Cinta ini seperti arus tak terlihat. Pelan, tapi pasti, ia menarikku ke pusat. Awalnya aku pikir hanya bermain air di tepian, tapi gelombangmu datang tanpa peringatan, menyelimuti, menyeret, menghisap, hingga aku kehilangan kendali atas kaki sendiri. Aku terjebak, tak bisa berenang. Semakin melawan, semakin aku tenggelam. Kau adalah lautan penuh teka-teki, permukaanmu tenang, tapi dasarmu menyimpan misteri. Aku pikir aku bisa mengendalikannya, menjaga jarak aman, tetap mengapung di atas rasa. Tapi kau bawa aku jauh, terlalu jauh dari garis pantai yang kusebut rumah. Seseorang pernah bilang, “Jangan melawan.” Mungkin benar, karena semakin aku coba melawan arus ini, semakin dalam aku jatuh ke cinta yang tak pasti. Namun, sampai kapan aku membiarkan diri hanyut? Jika cinta adalah laut tanpa pantai, mungkin aku hanya ingin pulang. Selesai.
Blog yang sering ngomongi kopi sambil curhat tentang kehidupan pribadi.