Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerita yang everlasting

Kalau Sudah Cinta, Jadi Lupa Segalanya

Katanya Budhe Titiek Puspa sih, jatuh cinta berjuta rasanya. Nano – nano saja sampe kalah rame rasanya. Ada senang, sedih, suka, benci, rindu, tersipu, malu, sampe yang malu – malu tapi mau. Semuanya tumplek jadi satu di hati orang yang sedang dimabuk asmara. Senang bisa deket sama gebetannya. Sedih kenapa nggak jadian jadian. Suka dengan tingkah laku pasangannya yang seolah nggak ada jelaknya ( husnudzan every day ). Benci, tapi plesetan dari benar – benar cinta (lho?). Rindu, udah pastinya kalo udah terpisah sama doi. Padahal sih si doi cuma ijin ke toilet doang hihihi 😀. Tersipu malu tapi mau dengan munculnya warna merah muda di pipi yang bikin salting alias salah tingkah. Nah kalo udah gini, siapa yang mau hatinya disterilkan dari dunia merah muda bahagia ini?

Tanpa Cinta, Hidup Terasa Garing dan Gak Ada Rasanya

Benar nggak sih, tanpa cinta bikin hidup kita garing? Kita jatuh cinta sampe jatuh-bangun untuk dapetin si doi sang pujaan hati emang wajar. loh kok wajar? .  He’em. soalnya rasa cinta sendiri sudah ada sejak kita lahir di dunia , itupun butuh pengorbanan untuk mendapatkannya. Yang nggak wajar kalo kita sampe jadi budak cinta kayak Panglima Tianfeng. Karena jadi budak cinta lalu melupakan Yang Maha Cinta: Allah swt. astagfirullah 😱😱

Cinta itu Cerita yang Nggak Ada Matinya

Nggak Ada Matinya? Kayak Slank aja yah hehehe… 😁 Tapi kamu kamu masih ingat sama Romeo-Juliet? Layla-Majnun? Atau Gilang-Dara? Mereka saksi sejarah dari perjalanan cinta manusia sepanjang masa. Dari masa Kerajaan Romawi, sampe abad milenium , kisah cinta emang nggak ada habisnya. Selalu nempel dalam memori otak sebaik-baiknya makhluk ciptaan Allah ini. Nggak percaya? Tanya deh sama ortu kita. Atau nggak ke kakek-nenek. Dijamin tanpa skenario. Cerita cinta pada zaman mereka mengalir sampe jauh tanpa hambatan. Indah temenan!! .