Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Manusia dan Cinta

Pacaran, Ikatan Dua Insan yang... Ah Kenalan Dulu Yuk!

Paska melancarkan aksi – aksi PDKT , berarti sudah saatnya melakukan eksekusi pra-pacaran.  Aksi penembakan haruslah sempurna, unik, dan kudu menggelitik. Tapi sisi romantis juga tak boleh hilang. Reality Show “Katakan Cinta” dan “Melamar” bisa dijadikan inspirasi penambakan.

Aku Suka Padamu Maka Kita Harus Bersatu

Hai hai sohib pembaca yang budiman. Bagaimana hari ini? Sudah membaca tulisan ku yang ini ? Sudah terinspirasi belum? Jika iya, pasti selanjutnya yang ada di benak kita adalah.. kita harus bersatu. Hmm sudah seperti slogan kampanye aja yah hehehe.. :D

Ketika Lingkungan Juga Ikut - Ikutan Membentuk Jati Diri dan Perilakumu

Namanya juga kebutuhan untuk melestarikan jenis, nggak akan “tegang” kalau nggak ada yang merangsang.

Karena Kebutuhan Setiap Manusia itu Sama

Dear pembaca enkawardana.com, apa sih yang buat kita tertarik kepada lawan jenis? Kok bisa ya? Jantung berdegup kencang, kaki bergetar hebat saat cewek seimut dan selucu Pevita Pearce ngedeketin kita. Tiba – tiba keringat dingin bercucuran nggak lama ketika cowok se- cool ­Rio Haryanto ngajakin chit – chat ke kita. Eh kok bisa gitu ya? Jangan – jangan emang kita lagi sakit. Walah...

Kalau Sudah Cinta, Jadi Lupa Segalanya

Katanya Budhe Titiek Puspa sih, jatuh cinta berjuta rasanya. Nano – nano saja sampe kalah rame rasanya. Ada senang, sedih, suka, benci, rindu, tersipu, malu, sampe yang malu – malu tapi mau. Semuanya tumplek jadi satu di hati orang yang sedang dimabuk asmara. Senang bisa deket sama gebetannya. Sedih kenapa nggak jadian jadian. Suka dengan tingkah laku pasangannya yang seolah nggak ada jelaknya ( husnudzan every day ). Benci, tapi plesetan dari benar – benar cinta (lho?). Rindu, udah pastinya kalo udah terpisah sama doi. Padahal sih si doi cuma ijin ke toilet doang hihihi 😀. Tersipu malu tapi mau dengan munculnya warna merah muda di pipi yang bikin salting alias salah tingkah. Nah kalo udah gini, siapa yang mau hatinya disterilkan dari dunia merah muda bahagia ini?

Tanpa Cinta, Hidup Terasa Garing dan Gak Ada Rasanya

Benar nggak sih, tanpa cinta bikin hidup kita garing? Kita jatuh cinta sampe jatuh-bangun untuk dapetin si doi sang pujaan hati emang wajar. loh kok wajar? .  He’em. soalnya rasa cinta sendiri sudah ada sejak kita lahir di dunia , itupun butuh pengorbanan untuk mendapatkannya. Yang nggak wajar kalo kita sampe jadi budak cinta kayak Panglima Tianfeng. Karena jadi budak cinta lalu melupakan Yang Maha Cinta: Allah swt. astagfirullah 😱😱

Cinta itu Cerita yang Nggak Ada Matinya

Nggak Ada Matinya? Kayak Slank aja yah hehehe… 😁 Tapi kamu kamu masih ingat sama Romeo-Juliet? Layla-Majnun? Atau Gilang-Dara? Mereka saksi sejarah dari perjalanan cinta manusia sepanjang masa. Dari masa Kerajaan Romawi, sampe abad milenium , kisah cinta emang nggak ada habisnya. Selalu nempel dalam memori otak sebaik-baiknya makhluk ciptaan Allah ini. Nggak percaya? Tanya deh sama ortu kita. Atau nggak ke kakek-nenek. Dijamin tanpa skenario. Cerita cinta pada zaman mereka mengalir sampe jauh tanpa hambatan. Indah temenan!! .

Sejak Lahir Kita Sudah Punya Cinta

Sahabatku yang bebas hatinya, terbukti kan kalo rasa suka dan cinta kepada lawan jenis itu sudah di set default sejak manusia nongol di bumi . Dari zaman Nabi Adam sampe era Adam Air, dari zaman Nabi Sulaiman hingga masa Yuskardiman (siapa ini? :D ), rasa itu nggak hilang ditelan bumi. Artinya,

Kisah Cinta Sepanjang Masa

Lain waktu dan budaya, lain lagi ceritanya kalo ngomongin soal cinta. Tiap masa punya cerita cinta yang berbeda. Kesamaannya cuma satu, pelakunya dua insan manusia berjenis kelamin yang berbeda yang tengah dilanda asmara. Betul? Nah berikut kita kasih deh beberapa penggalan kisah cinta klasik masa lalu. Kisah yang tertulis dalan tinta merah muda sejarah manusia. Kisahnya tak habis dimakan usia karena begitu menyentuh dan jadi pelajaran tersendiri buat kita-kita yang hidup di abad milunyium , eh milenium ini hehehe 😂