Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Ternyata Benar

Dalam bayang malam yang sunyi, kau terus berjalan tanpa melihat ke belakang. Tak sadar ada luka yang kau tinggalkan, tak paham ada hati yang kau abaikan. Kau tertawa saat dingin menusuk, membiarkan udara menggigil tanpa suara. Namun di balik senyum yang kau suguhkan, tersimpan perih yang tak terucap, tersisa pahit yang selalu kau ingat. Ternyata benar— kau tak sadar telah melukai. Tak pernah kau tahu, tak pernah kau peduli. Namun saat kau sendiri, remuk dan patah, justru kenangan yang kau lupakan datang kembali. Malam yang pilu akhirnya mengingatkanmu, betapa luka itu bukan hanya milikku. Di balik gelap, senyum itu memudar, dan perlahan semuanya menjadi jelas. Kilauan kenangan semakin kabur, rasa kecut yang kau hirup diam-diam. Tak pernah kau lihat luka yang cair, sebab hatimu telah membeku terlalu lama. Ternyata benar— kau tak sadar telah melukai. Dan kini, dalam keheningan yang sama, kau terjebak dalam luka yang tak terlihat, tergugu dalam rindu yang tak bis...