Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Dia, Sinar, dan Luka

 Dia datang ketika aku tak mencari. Saat aku terlalu sibuk menutup diri, membiarkan hari-hari berlalu tanpa arti. Langitku mendung, udara berdebu, dan aku bahkan tak peduli. Namun tiba-tiba, dia hadir—bukan dengan suara gemuruh atau sorak-sorai, melainkan dengan keheningan yang menghangatkan. Tatapannya terkunci padaku. Seolah-olah, tanpa berkata apa pun, dia sudah membaca semua luka yang tak pernah kupamerkan. Dalam satu detik, segala resah yang bertahun-tahun bersarang di dada terasa lebih ringan. Dia tak meminta banyak, hanya ada. Dan entah bagaimana, kehadirannya saja sudah cukup untuk membuatku percaya bahwa dunia ini masih punya terang. Tapi tak ada yang abadi, bukan? Tak ada yang benar-benar tinggal. Dia datang membawa sinar, tapi pergi meninggalkan luka. Mungkin begitulah caranya dunia bekerja—memberi sesuatu yang tak pernah kita minta, lalu mengambilnya kembali saat kita mulai terlalu menggenggam. Kini, aku sendiri lagi. Mencoba memahami waktu, mencoba merangkai k...