Langsung ke konten utama

Dia, Sinar, dan Luka

 Dia datang ketika aku tak mencari.

Saat aku terlalu sibuk menutup diri, membiarkan hari-hari berlalu tanpa arti. Langitku mendung, udara berdebu, dan aku bahkan tak peduli. Namun tiba-tiba, dia hadir—bukan dengan suara gemuruh atau sorak-sorai, melainkan dengan keheningan yang menghangatkan.

Tatapannya terkunci padaku.
Seolah-olah, tanpa berkata apa pun, dia sudah membaca semua luka yang tak pernah kupamerkan. Dalam satu detik, segala resah yang bertahun-tahun bersarang di dada terasa lebih ringan. Dia tak meminta banyak, hanya ada. Dan entah bagaimana, kehadirannya saja sudah cukup untuk membuatku percaya bahwa dunia ini masih punya terang.

Tapi tak ada yang abadi, bukan?
Tak ada yang benar-benar tinggal.

Dia datang membawa sinar, tapi pergi meninggalkan luka.
Mungkin begitulah caranya dunia bekerja—memberi sesuatu yang tak pernah kita minta, lalu mengambilnya kembali saat kita mulai terlalu menggenggam.

Kini, aku sendiri lagi.
Mencoba memahami waktu, mencoba merangkai kembali hari-hari tanpa kehadirannya. Tapi bagaimana caranya, jika separuh dari diriku pernah begitu akrab dengan keberadaannya?

Kenangan hanyut di udara.
Ada jejak yang tak bisa terhapus, ada bara yang kini redup, tetapi belum padam sepenuhnya. Dan meski aku tahu dia tak akan kembali, aku masih bertanya-tanya—jika suatu hari dia membaca ini, apakah dia akan mengerti bahwa cahaya yang pernah dia bawa tetap ada di sini?

Mungkin, meski hanya dalam kenangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Harus Tetap Berlabuh

Memang aneh ya, kebanyakan dari kita sudah cerasa cukup mencintai dalam doa pada “mode bayangan”, loh kok bayangan? Maksudnya

Asal Usul Banyuwangi

Bagaimana asal-usul Banyuwangi? Kalau jawaban yang anda harapkan adalah rujukan sejarah, yang akan anda temui hanyalah rasa frustasi. Tak ada rujukan tertulis dalam laporan resmi Belanda (misalnya dari regent Banyuwangi ke gubernur jenderal di Batavia) atau catatan pribadi tentara Belanda atau tentara Inggris (yang juga pernah menduduki Banyuwangi).

Komponen Komunikasi Public Speaking - Bagian 1

Kesempatan sebelumnya, kita sudah membahas apa arti public speaking , apa persamaan public speaking dan conversation , apa strategi , dan yang juga hal yang sangat mendasar adalah dalam mendasari interaksi kita adalah persepsi, Anda masih in>Pertemuan kali ini kita akan membahas masalah komunikasi. Komunikasi dalam public speaking dapat dilihat dari sisi komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal. Kemarin kita sudah membahas komunikasi verbal dan non-verbal sedikit. Jadi misalnya kalau verbal itu lewat kata-kata dan kalau non-verbal adalah seluruh gerakan anggota tubuh, serta intonasi, dan sebagainya. Nanti kita akan bahas juga.