Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2024

Selamat Wisuda

Hari ini tiba, detik yang dinanti. Jalan kita beriring, kini harus terbagi. Bersama, kita telah menempuh samudera ilmu, berlayar di bawah langit biru yang penuh asa. Tawa kita pernah bergema di sudut kelas, di malam-malam panjang yang penuh perjuangan. Tapi kini, tibalah saatnya untuk melangkah jauh—ke arah yang berbeda, dengan hati yang penuh harap. Di ujung senja, kita kan berjumpa. Meski jalan ini membawa kita ke arah yang berbeda, kenangan ini abadi, meski tak lagi sama. Aku tahu, kita akan selalu satu rasa. Sebab jejak kita telah terukir dalam setiap langkah pertama yang kini harus kita tapaki sendiri. Mungkin, ada air mata yang tertahan. Mungkin, ada rindu yang diam-diam berbisik dalam hati. Tapi kita adalah bintang yang pernah bersinar bersama, dan sinarmu akan selalu kurasa, meski dari kejauhan. Meski kita terpisah, takdir tak bisa dihalang. Kenangan ini akan selalu menjadi rumah, tempat hati kita kembali. Selamat wisuda, anak-anakku yang tercinta. Kita kan bertemu lag...

Mungkin Kita Tak Akan Bicara Lagi

 Hening. Itu yang tersisa sekarang. Dulu, malam-malam terasa lebih hangat dengan suaramu. Kita berbicara tentang segala hal—tentang hidup, tentang impian yang ingin kita kejar, tentang bulan yang seolah milik kita berdua. Kata-katamu seperti cahaya kecil di hatiku yang gelap. Aku tahu, aku bukan satu-satunya yang merasakan itu. Tapi kemudian, semuanya berubah. Tak ada lagi pesan panjang sebelum tidur, tak ada lagi tawa yang menyelip di antara keluhan hari yang melelahkan. Lambat laun, percakapan kita menjadi lebih jarang, lebih kaku, lebih hampa. Hingga akhirnya… sunyi sepenuhnya mengambil alih. Aku sering bertanya-tanya, kapan sebenarnya kita berhenti? Apakah ketika pesan mulai dibalas dengan singkat? Atau ketika kita lebih banyak mengetik lalu menghapus, memilih diam daripada berbicara? Atau mungkin sejak hari itu—hari ketika kita membiarkan keheningan menjadi satu-satunya jawaban? Sekarang aku hanya bisa menebak-nebak. Mungkin kita tak akan bicara lagi. Mungkin kau sudah ...