Langsung ke konten utama

Memperbaiki dwm.exe has stopped working

Setiap gangguan pastilah sangat menjengkelkan, apalagi gangguan pop-up "dwm.exe has stopped working". Sangat menjengkelkan karena pop-up yang muncul secara terus-menerus dan mengganggu kerja kita di laptop atau komputer.

Nah untuk menyelesaikan “gangguan” desktop windows manager yang stopped working terus, saya memiliki tips untuk mengatasinya.

dwm stopped working

Mengatasi dwm.exe has stopped working



Untuk mengatasi "dwm.exe has stopped working" saya menyarankan Anda untuk melakukan scanning komputer Anda menggunakan SFC. Kenapa menggunakan SFC? Karena kemungkinan masalah bersumber dari System files pada komputer Anda. Nah, System File Checker alias SFC akan melakukan scanning file sistem yang bermasalah lalu menggantinya dengan file sistem yang seharusnya.

Untuk menjalankan System File Checker Tool, ikuti langkah – langkah berikut:


  1. Tekan tombol Windows lalu ketik

  2. Klik kanan pada cmd (Command Prompt) lalu Run as Administrator
    cmd

  3. Konfirmasi Anda sebagai administrator atau klik Yes/Continue

  4. Di command prompt ketikkan sfc/scannow
    sfc

  5. Tunggu beberapa saat hingga proses scanning selesai.



nah, seperti itu mengatasi "dwm.exe has stopped working". Semoga tutorial kali ini bermanfaat dan semoga hari Anda menyenangkan.

 

Jika Anda menyukai artikel ini, maka silakan berlangganan ke Channel YouTube kami. Anda juga dapat menemukan kami di Twitter dan Facebook.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Harus Tetap Berlabuh

Memang aneh ya, kebanyakan dari kita sudah cerasa cukup mencintai dalam doa pada “mode bayangan”, loh kok bayangan? Maksudnya

Takut

Ketakutan itu bukan hanya tentang hal-hal yang menyeramkan, tapi juga tentang sesuatu yang perlahan-lahan memudar dari genggaman—tanpa bisa dicegah. Aku pernah berpikir bahwa mencintaimu berarti memiliki keberanian, bahwa kasih sayang bisa mengalahkan segala kecemasan. Tapi nyatanya, semakin besar cinta ini, semakin besar pula ketakutan yang mengikutinya. Takut kehilangan. Takut kau berubah. Takut aku bukan lagi rumah yang kau cari. Kini, langkahku semakin pelan. Waktu yang dulu terasa seperti alunan lembut, kini menjadi detik-detik yang menyeretku ke dalam kenyataan pahit. Aku bertanya pada bintang, pada angin, pada gelapnya malam—haruskah aku menerima bahwa kehilangan ini adalah takdir? Tapi tak ada jawaban. Hanya sunyi yang mengisi ruang di mana kau dulu berada. Dan pada akhirnya, aku harus berdamai dengan ketakutanku sendiri. Sebab kau telah pergi, dan yang tertinggal hanyalah aku… dan bayanganmu yang tak pernah benar-benar hilang.

Tepi Memori

Senja itu jatuh perlahan, menggulung riuh pesta sekolah ke dalam kesunyian. Di bawah lampu-lampu temaram, langkahmu menjauh, meninggalkan jejak yang tak pernah benar-benar tertinggal. Kita bertengkar, kata-kata meluncur menjadi bara, tapi aku tak pernah mengira bahwa api kecil itu akan membakar segalanya. Aku masih berdiri di tempat yang sama saat kau menghilang. Tak ada tanda, tak ada alasan yang bisa kupahami. Hanya angin malam yang berbisik samar, membawa aroma keraguan yang semakin menyengat. Di antara dinding sunyi, ada bayangan yang tak pernah bisa kuabaikan—kau dan dia, dalam kisah yang tak pernah kuceritakan. Aku menunggu di balik pintu rahasia, di kamar yang dulu menyimpan semua tawa kita. Namun kini, gelap menyelimuti segalanya. Bayang-bayangmu melebur bersama seseorang yang tak pernah kusebut namanya, meninggalkan aku dalam labirin kecurigaan yang terus menyala. Festival telah lama usai, namun ingatan ini tak ikut terbakar. Luka itu masih tersimpan rapi di antara kepingan...