Langsung ke konten utama

Komponen Komunikasi Public Speaking - Bagian 1

Kesempatan sebelumnya, kita sudah membahas apa arti public speaking, apa persamaan public speaking dan conversation, apa strategi, dan yang juga hal yang sangat mendasar adalah dalam mendasari interaksi kita adalah persepsi, Anda masih in>Pertemuan kali ini kita akan membahas masalah komunikasi. Komunikasi dalam public speaking dapat dilihat dari sisi komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal. Kemarin kita sudah membahas komunikasi verbal dan non-verbal sedikit. Jadi misalnya kalau verbal itu lewat kata-kata dan kalau non-verbal adalah seluruh gerakan anggota tubuh, serta intonasi, dan sebagainya. Nanti kita akan bahas juga.

Kemudian pada bagian awal ini kita akan bahas terlebih dahulu apa komunikasi dan pentingnya seorang pembicara atau public speaker memahami komunikasi. Sebagai langkah awal berbicara dengan pihak lain sebaiknya Anda mengetahui apa dan bagaimana proses itu terjadi.

7 Komponen Komunikasi




  1. Pembicara

  2. Pesan yang disampaikan

  3. Media atau channel

  4. Pendengar

  5. Umapn balik atau feedback

  6. Interference atau gangguan

  7. Situasi



komunikator

Untuk memahaminya, kita bahas satu per satu. Oke, yang pertama adalah pembicara atau dalam istilah komunikasi sering disebut dengan sumber. Komunikasi memang berawal dari pembicara. Keberhasilan seorang pembicara sangat tergantung dengan kita sendiri, yaitu kredibilitas kita. Dalam hal ini, baik dalam sisi pemahaman yang akan dibicarakan, persiapan dalam berbicara, etiket berbicara, serta sensitivitas kita terhadap lawan bicara, dan situasi.

Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan sensitivitas? Sensitivitas itu adalah rasa yang kita rasakan. Bagaimana kita peka, enggak kebal gitu. Jadi kalau melihat audience kayaknya audience-nya sudah mulai menguap, itu kan tanda-tanda dia mengantuk. Jadi kita harus beralih strateginya. Jadi kita sebagai speaker, sebagai pembicara, diharapkan mempunyai kemampuan itu.

pesan

Kemudian yang kedua adalah pesan. Tatkala kita berbicara pasti dong ada materi pembicaraan. Misalnya kita sedang menghadap ke atasan di kantor atau berbicara dengan guru atau dosen, dan kita mengatakan misalnya, “Ibu, Bapak, saya memahami apa yang dimaksudkan. Tetapi saya sama sekali tidak merasa malakukan hal itu.”
Ini adalah contoh sepenggal pesan yang saya ambil sebagai ilustrasi, sebagai contoh. Nah sebenarnya apa sih pesan itu yang dimaksud? Tentu saja tidak hanya pesan seperti yang tertulis tadi. Karena pesan itu akan diikuti dengan nada bicara, ekspresi wajah, dan hal lainnya yang memperkuat isi pesan itu sendiri. Itu dari pesan, dari sisi pesan.

Nah, tujuan dalam public speaking itu kan mempunyai tujuan khusus yang dikomunikasikan. Keberhasilannya tergantung pada pesan yang disampaikan dan bagaimana kita menyampaikannya. Mendapatkan suatu pesan verbal dalam public speaking tidaklah mudah. Memerlukan persiapan agar kita memiliki data yang akurat dan tidak asal bicara.

Di samping pesan verbal tersebut, kita juga mengirimkan pesan yang mau-tidak mau, suka- tidak suka selalu dibarengi dengan nadabicara, penampilan, gerakan anggota tubuh, ekspresi wajah, dan juga eye contact atau kontak mata.
Jadi yang perlu diperhatikan sebenarnya adalah kesesuaian antara pesan verbal yang diucapkan, dan non-verbalnya. Jadi ekspresinya, kemudian intonasinya, gerakan anggota tubuh, dan sebagainya.
Nah, jangan sampai pesan non-verbal memberi makna yang berlawanan dengan pesan verbal Anda.

Kemudian selanjutnya adalah channel atau media, adalah alat bantu atau media yang digunakan dalam menyampaikan pesan. Kita berbicara melalui televisi, melalui radio, itu adalah channel-nya, medianya. Public speaker atau pembicara bisa menggunakan satu atau lebih dari media untuk menyampaikan pesannya. Namun pemilihan media juga harus hati- hati, disesuaikan dengan kondisi dari audience kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Harus Tetap Berlabuh

Memang aneh ya, kebanyakan dari kita sudah cerasa cukup mencintai dalam doa pada “mode bayangan”, loh kok bayangan? Maksudnya

Selamat Wisuda

Hari ini tiba, detik yang dinanti. Jalan kita beriring, kini harus terbagi. Bersama, kita telah menempuh samudera ilmu, berlayar di bawah langit biru yang penuh asa. Tawa kita pernah bergema di sudut kelas, di malam-malam panjang yang penuh perjuangan. Tapi kini, tibalah saatnya untuk melangkah jauh—ke arah yang berbeda, dengan hati yang penuh harap. Di ujung senja, kita kan berjumpa. Meski jalan ini membawa kita ke arah yang berbeda, kenangan ini abadi, meski tak lagi sama. Aku tahu, kita akan selalu satu rasa. Sebab jejak kita telah terukir dalam setiap langkah pertama yang kini harus kita tapaki sendiri. Mungkin, ada air mata yang tertahan. Mungkin, ada rindu yang diam-diam berbisik dalam hati. Tapi kita adalah bintang yang pernah bersinar bersama, dan sinarmu akan selalu kurasa, meski dari kejauhan. Meski kita terpisah, takdir tak bisa dihalang. Kenangan ini akan selalu menjadi rumah, tempat hati kita kembali. Selamat wisuda, anak-anakku yang tercinta. Kita kan bertemu lag...

Perubahan Fisik, Fungsi, Dan Baku Mutu Yang Terjadi Di Pesisir Banyuwangi

Kian hari, kian bulan, kian tahun, pesisir di Selatan Jawa semakin tergambar jelas sebagai kawasan industri terlebih untuk sentra pertambangan di Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari Kepmen ESDM No. 1204 K/30/MEM/2014 Tentang Penetapan Wilayah Pertambangan Pulau Jawa dan Bali.  Di dalam peta lampiran Kepmen tersebut secara jelas digambarkan bahwa seluruh kawasan pesisir Selatan Jawa ditandai dengan warna biru terang; warna yang menandakan kawasan pertambangan akan beroperasi. Ditambah adanya legitimasi dari peraturan – peraturan lainnya seperti UU No. 41 Tahun 1999, Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2010 dan PP Nomor 105 tahun 2015 yang mengatur tentang Kehutanan dan Penggunaaan kawasan Hutan. Artinya, kawasan lindung, hutan, pertanian dan pemukiman beserta seluruh makhluk hidup yang tersebar, membentang dan bermukim di seluruh pesisir selatan pulau Jawa, khususnya provinsi Jawa Timur, berada dalam ancaman yang serius. Lampiran dari Kepmen ESDM No. 1204 K/30/MEM/2...