Langsung ke konten utama

Monarch v.1.3.1 A Better Social Sharing Plugin For WordPress

Social Media adalah darah yang membuat internet bersinar, dan berbagi sosial memungkinkan Anda memanfaatkan kegiatan itu dan menggunakannya sebagai kekuatan positif untuk bisnis Anda. Kami ingin membangun sebuah plugin yang diberdayakan WordPress pengguna untuk mendorong sebuah komunitas bersemangat; untuk mendapatkan lebih banyak saham, lebih banyak pengikut, dan untuk melakukannya dengan cara yang tidak mengorbankan integritas dari desain indah Anda atau memperlambat kecepatan loading Anda merangkak menjengkelkan. Monarch memperkenalkan baru metode berbagi sosial yang yakin untuk meningkatkan aktivitas berbagi sosial di situs web Anda.

Ini bukan hanya sebuah plugin sidebar sosial yang mengambang, ini adalah plugin dengan 7 bidang integrasi yang berbeda yang dapat dicampur, cocok, disesuaikan dan dilacak. Kami membangun popup dan Fly-In kotak yang dapat dipicu berdasarkan interaksi pengguna tertentu dan disesuaikan untuk Anda sebagian saham, shortcode yang dapat dihasilkan dengan cepat dan ditempatkan benar-benar di mana saja, dan pilihan desain yang memberi Anda kontrol atas setiap detail kecil.

[su_button url="http://www.elegantthemes.com/preview/Monarch/" target="blank" style="3d" background="#e74c3c" color="#ffffff" wide="no" center="no" radius="auto" icon="icon: plug" rel="lightbox"]PLUGIN DEMO[/su_button] [su_button url="http://ouo.io/kbIXps" target="blank" style="3d" background="#3498db" color="#ffffff" wide="no" center="no" radius="auto" icon="icon: download" rel="lightbox"]DOWNLOAD[/su_button]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Harus Tetap Berlabuh

Memang aneh ya, kebanyakan dari kita sudah cerasa cukup mencintai dalam doa pada “mode bayangan”, loh kok bayangan? Maksudnya

Takut

Ketakutan itu bukan hanya tentang hal-hal yang menyeramkan, tapi juga tentang sesuatu yang perlahan-lahan memudar dari genggaman—tanpa bisa dicegah. Aku pernah berpikir bahwa mencintaimu berarti memiliki keberanian, bahwa kasih sayang bisa mengalahkan segala kecemasan. Tapi nyatanya, semakin besar cinta ini, semakin besar pula ketakutan yang mengikutinya. Takut kehilangan. Takut kau berubah. Takut aku bukan lagi rumah yang kau cari. Kini, langkahku semakin pelan. Waktu yang dulu terasa seperti alunan lembut, kini menjadi detik-detik yang menyeretku ke dalam kenyataan pahit. Aku bertanya pada bintang, pada angin, pada gelapnya malam—haruskah aku menerima bahwa kehilangan ini adalah takdir? Tapi tak ada jawaban. Hanya sunyi yang mengisi ruang di mana kau dulu berada. Dan pada akhirnya, aku harus berdamai dengan ketakutanku sendiri. Sebab kau telah pergi, dan yang tertinggal hanyalah aku… dan bayanganmu yang tak pernah benar-benar hilang.

Tepi Memori

Senja itu jatuh perlahan, menggulung riuh pesta sekolah ke dalam kesunyian. Di bawah lampu-lampu temaram, langkahmu menjauh, meninggalkan jejak yang tak pernah benar-benar tertinggal. Kita bertengkar, kata-kata meluncur menjadi bara, tapi aku tak pernah mengira bahwa api kecil itu akan membakar segalanya. Aku masih berdiri di tempat yang sama saat kau menghilang. Tak ada tanda, tak ada alasan yang bisa kupahami. Hanya angin malam yang berbisik samar, membawa aroma keraguan yang semakin menyengat. Di antara dinding sunyi, ada bayangan yang tak pernah bisa kuabaikan—kau dan dia, dalam kisah yang tak pernah kuceritakan. Aku menunggu di balik pintu rahasia, di kamar yang dulu menyimpan semua tawa kita. Namun kini, gelap menyelimuti segalanya. Bayang-bayangmu melebur bersama seseorang yang tak pernah kusebut namanya, meninggalkan aku dalam labirin kecurigaan yang terus menyala. Festival telah lama usai, namun ingatan ini tak ikut terbakar. Luka itu masih tersimpan rapi di antara kepingan...