Langsung ke konten utama

Strategi Public Speaking

Setelah mengetahui pengertian public speaking, selanjutnya kami akan memberikan strategi public speaking. Nah, sekarang kita akan membahas lebih kepada topik mengenai strategi dalam mengelola public speaking. Apa saja strategi untuk menjadi seorang pembicara yang handal?


Strategi dalam public speaking


rencana yang matang

Satu, perlu perencanaan yang matang. Segala sesuatu harus direncanakan dahulu dengan baik kita mau berbicara apa sih, audience-nya siapa sih, kapan, dan kira-kira topik apa sih yang paling menarik untuk audience yang akan kita ajak bicara? Ya.

Yang kedua adalah latihan. Latihan sebagaimana saya ungkapkan di awal, bahwa public speaking sebagai seorang pembicara, speaker, itu bukan bakat. Itu bisa dipelajari. Sehingga dengan banyak latihan, mau enggak mau, saya jamin Anda bisa jadi seorang speaker yang handal.

latihan ngomong

Kemudian selanjutnya kita harus memahami audience kita. Kita tahu siapa nanti yang datang, siapa yang mendengarkan, kira-kira topiknya mereka butuhkan enggak ya, gitu ya. Karena salah satu contoh kalau mereka tidak membutuhkan topik kita, mereka tidur, mereka pergi meninggalkan, dan sebagainya.

Kemudian strategi yang lain adalah memperhatikan bahasa tubuh. Kenapa sih harus memperhatikan bahasa tubuh? Saya kasih contoh yang paling sederhana. Tatkala, ini dari ekspresi muka ya. Salah satu saja contoh yang nanti akan kita bahas pada kesempatan selanjutnya adalah mengenai non-verbal. Non-verbal ini salah satunya adalah bahasa tubuh. Salah satu yang saya ambil contoh di sini adalah ekspresi wajah.

Strategi berikutnya adalah kita berpikir positif. Jangan pernah kita berpikir negatif terhadap pihak lain. Dan negosiasi dengan yang namanya nervous, grogi. Serta evaluasi.




Dian Budiargo, Universitas Terbuka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Harus Tetap Berlabuh

Memang aneh ya, kebanyakan dari kita sudah cerasa cukup mencintai dalam doa pada “mode bayangan”, loh kok bayangan? Maksudnya

Selamat Wisuda

Hari ini tiba, detik yang dinanti. Jalan kita beriring, kini harus terbagi. Bersama, kita telah menempuh samudera ilmu, berlayar di bawah langit biru yang penuh asa. Tawa kita pernah bergema di sudut kelas, di malam-malam panjang yang penuh perjuangan. Tapi kini, tibalah saatnya untuk melangkah jauh—ke arah yang berbeda, dengan hati yang penuh harap. Di ujung senja, kita kan berjumpa. Meski jalan ini membawa kita ke arah yang berbeda, kenangan ini abadi, meski tak lagi sama. Aku tahu, kita akan selalu satu rasa. Sebab jejak kita telah terukir dalam setiap langkah pertama yang kini harus kita tapaki sendiri. Mungkin, ada air mata yang tertahan. Mungkin, ada rindu yang diam-diam berbisik dalam hati. Tapi kita adalah bintang yang pernah bersinar bersama, dan sinarmu akan selalu kurasa, meski dari kejauhan. Meski kita terpisah, takdir tak bisa dihalang. Kenangan ini akan selalu menjadi rumah, tempat hati kita kembali. Selamat wisuda, anak-anakku yang tercinta. Kita kan bertemu lag...

Asal Usul Banyuwangi

Bagaimana asal-usul Banyuwangi? Kalau jawaban yang anda harapkan adalah rujukan sejarah, yang akan anda temui hanyalah rasa frustasi. Tak ada rujukan tertulis dalam laporan resmi Belanda (misalnya dari regent Banyuwangi ke gubernur jenderal di Batavia) atau catatan pribadi tentara Belanda atau tentara Inggris (yang juga pernah menduduki Banyuwangi).