Langsung ke konten utama

Etiket Komunikasi yang Mendasari Public Speaking

Kalau kita membahas etiket dalam public speaking, maka dapat dilihat bahwa etiket itu bisa dibagi dalam dua bagian besar: etiket individu, yang satunya lagi etiket sosial. Etiket individu adalah etiket yang berlaku dalam lingkungan sendiri atau lingkungan yang paling kecil, yaitu keluarga inti. Kalau etiket sosial adalah etiket yang berlaku di luar keluarga inti, yaitu di masyarakat.




Macam - macam etiket


[caption id="attachment_52117" align="aligncenter" width="1000"]etika dan etiket Etika dimeja makan[/caption]

Contoh yang paling sederhana dalam keseharian kita, misalnya, tatkala kita makan di rumah bersama keluarga dan menggunakan baju tidur. Biasa kan kita kalau di meja makan atau karena capek segala macam, waktunya makan, malas untuk berganti baju. Akhirnya pakai saja baju tidur.


Maka, itu tetap dianggap beretiket, karena memang diterima dalam keluarga itu, apabila memang sudah disepakati oleh semua anggota keluarga. Jadi sudah menjadi suatu kebiasaan dalam keluarga tersebut untuk mengenakan, salah satunya, mengenakan baju tidur di saat makan.


Nah, bagaimana kalau sedang makan di rumah dan ada tamu atau orang lain di keluarga inti, inti ini? Jadi, bagaimana kalau sedang makan di rumah dan ada tamu yang berada dalam keluarga inti ini? Ini akan berbeda. Karena tamu adalah pihak lain yang tidak atau belum menyepakati atau belum menerima kebiasaan tersebut. Sehingga tatkala ada orang lain maka kita harus menunjukkan etiket yang berlaku secara umum, yaitu dalam hal ini tidak mengenakan baju tidur di saat makan.


Nah, Saudara, contoh tadi merupakan gambaran sederhana penerapan etiket dalam  keseharian kita. Contoh lain yang mungkin sering Anda alami. Tatkala dalam suatu pesta yang mayoritas tamunya menggunakan busana tertutup, tiba-tiba ada seorang gadis cantik dengan baju yang terbuka di bagian bahu. Apa yang terjadi? Bisa jadi gadis tadi menjadi bahan pembicaraan.


Salahkah dia? Mari kita lihat kenapa dia menjadi perbincangan. Secara etiket individu, itu adalah hak dia menggunakan baju apa pun di arena pesta pernikahan, misalnya. Namun ketika dia berada di wilayah sosial, maka dia seharusnya memperhatikan siapa yang punya kerja, kira-kira bagaimana tamunya. Sehingga dia bisa menggambarkan lingkungannya seperti apa sih.


Nah, dari pemahaman akan lingkungan sosial di mana kita akan hadir, maka kita tidak akan terjebak dengan situasi yang kurang menyenangkan. Jadi etiket itu berlaku di saat kita berinteraksi dengan pihak lain. Memahami etiket adalah kunci dalam berinteraksi.


Saudara, kita hidup dalam suatu masyarakat yang beragam, berbeda satu dengan lainnya. Sehingga perlu belajar tentang kebiasaan pihak lain agar diterima dalam suatu kelompok atau masyarakat tertentu. Perlu disadari bahwa berperilaku yang baik dan benar atau beretiket dan beretika, perlu good will atau keinginan, kebiasaan yang ditanamkan sejak kecil.


Dasar beretika datang dari dalam diri seseorang dan sulit untuk diubah bila itu sudah ditanamkan sejak dini. Sedangkan aturan beretiket datang dari luar, bisa berubah, tergantung dari lingkungan di mana kita berada. Aturan di rumah berbeda dengan aturan di sekolah atau di tempat lainnya.


Etika itu dasar dari keinginan berbuat baik dan bagaimana kita menghargai orang lain. Oleh karenanya ada tindakan yang baik atau tidak baik. Bukan salah dan benar. Ada berbagai macam etiket yang dapat kita pahami. Di antaranya etiket makan. Makan saja ada etiketnya. Ya mempelajari bagaimana sih tata cara makan yang baik, yang berlaku secara universal, dan, dan untuk mengantisipasi beberapa kesalahan yang sering terjadi di saat makan bersama.



Etiket berbisnis


Kesan pertama pada public speaking

Kemudian ada juga etiket berbisnis, lebih melihat bagaimana kita bergaul dalam lingkungan kerja atau relasi kerja. Tentu saja tidak disamakan dengan bergaul dengan teman atau saudara. Kemudian ada etiket korespondensi, surat menyurat. Adalah tata cara penulisan, pengiriman surat. Terlihat sederhana dan sepertinya mudah.


Namun, bila ada kesalahan maka dapat berakibat sangat tidak menyenangkan. Misalnya, salah mencantumkan nama atau gelar, bisa membuat seseorang merasa kurang dihargai. Dan ini akan menimbulkan gangguan dalam berkomunikasi atau membangun hubungan. Jadi Anda harus berhati-hati.



Etiket di rumah


[caption id="attachment_52119" align="aligncenter" width="1000"]etika di rumah etika di rumah[/caption]

Kemudian etiket di rumah adalah aturan-aturan yang berlaku di rumah. Misalnya waktu makan pagi diusahakan bersama. Atau siapa pun yang akan meninggalkan rumah harus izin, pamit terlebih dahulu.



Etiket berbicara


Dan yang terakhir, etiket yang mungkin akan kita fokuskan di sini adalah etiket berbicara. Ini berkaitan dengan bagaimana mengatasi konflik, bagaimana memberi kritik, dan bagaimana berbicara dengan pihak lain yang memiliki banyak perbedaan atau berasal dari budaya yang berbeda.


Saudara, memahami aturan yang berlaku sangat penting, karena menempatkan Anda pada posisi atau tempat yang tepat. Dari gambaran di atas, kita sudah bisa memahami bagaimana etiket itu berpengaruh dalam kehidupan keseharian kita. Bahasan etiket kali ini terfokus pada etiket berbicara, khususnya berbicara di depan publik.



Etiket dalam public speaking





[caption id="attachment_6749" align="aligncenter" width="700"]bicara di depan umum berbicara di depan umum[/caption]

Nah, Itulah sedikit gambaran mengenai etika dan etiket. Selanjutnya kita akan membahas mengenai etiket dalam public speaking. Public speaking dasarnya adalah komunikasi, oleh karenanya berbicara etiket pada public speaking pasti juga akan membahas bagaimana etiket komunikasi yang terjadi. Pertanyaan benar atau salah selalu muncul pada aktivitas komunikasi.



Etiket komunikasi


Nah, etiket komunikasi sendiri pada dasarnya adalah dasar dalam berpikir, mengambil keputusan, dan mengembangkan hubungan atau relasi dalam suatu konteks sosial, budaya, dan media. Bagaimanapun etiket komunikasi selalu melekat pada manusia melalui;




  1. Kejujuran,

  2. Keadilan,

  3. Tanggung jawab,

  4. Integritas, dan

  5. Rasa menghormati pada pihak lain dan diri kita sendiri.


Ketiadaan etiket komunikasi akan mengancam proses komunikasi yang bila kita lakukan, terlebih dalam lingkungan sosial di mana kita berada. Asosiasi Komunikasi Nasional di Amerika menunjukkan ada beberapa prinsip etiket komunikasi yang akan kita bahas pada bagian berikutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Asal Usul Banyuwangi

Bagaimana asal-usul Banyuwangi? Kalau jawaban yang anda harapkan adalah rujukan sejarah, yang akan anda temui hanyalah rasa frustasi. Tak ada rujukan tertulis dalam laporan resmi Belanda (misalnya dari regent Banyuwangi ke gubernur jenderal di Batavia) atau catatan pribadi tentara Belanda atau tentara Inggris (yang juga pernah menduduki Banyuwangi).

Arti Cinta Sebenarnya

Jangan berkecil hati kalo kondisi ekonomi nggak sebagus teman kita. Jangan pula minder kalo tongkrongan kita kebetulan masuk kategori wayang golek di jajaran paling pinggir. Justru sebaliknya, kita harus bangga karena kita masih memiliki satu rasa, yakni   rasa suka . Rasa suka bisa mengalahkan logika, lho. Buktinya lihat deh film   Aladdin . Putri Jasmine bisa jatuh hati sama Aladdin yang Cuma pemuda miskin. Itu karena Putri Jasmine punya rasa suka kepada Aladdin yang nggak bisa dibendung oleh siapapun. Coba tengok film   Beauty and the Beast.   Betapa putri cantik busa runtuh dan luluh hatinya di hadapan sosok yang buruk rupa. Mungkin kamu protes karena contoh yang saya paparkan adalah cerita fiksi. Protes kamu saya terima. Tapi, sekarang lihat lingkungan sekitar kamu. Jadilah peneliti kecil – kecilan untuk memantau setiap pasangan suami – istri yang ada di kelurahanmu. Kemungkinannya sangat besar kalo ada seorang suami yang tampanganya kartu mati alias suka u...

Download Miradi Buat Kamu Designer Lingkungan

hai hai hai... jumpa lagi nih.. kali ini aku pengen nge- share software nih. sudah tau kan software Miradi buat apa? loh koq belum tau? Jadi, software ini digunakan untuk mendesain lingkungan. Nah buat kamu, iyaa kamu yang sekarang jadi kepala proyek pembangunan di bidang lingkungan software ini bakal berguna banget. Yakin deh.. Buat mahasiswa konservasi pasti tak jauh dari software ini *ya iya lah, emang bidangnya * Nah kadang sulit juga mendapatkanya kan? yang asistennya sulit ditemuin, yang nggak ada flashdisk lah, yang nggak ada waktu lah, yang bla bla bla dan bla.... Nah.. karena aku juga sempat mengalami kejadian seperti itu, aku gak mau dong, temen - temen yang lain mengalaminya juga. Nggak enak di sini loh *nunjuk hati* Untuk itu, mumpung kita kan orang baik, aku share nih. Ya biar dapat memudahkan temen - temen juga. Meski mungkin temen - temen mungkin punya software lain yang lebih canggih, nggak-papa dong kita share dikit dengan software yang lain hehehe *ups. Langsun...