Langsung ke konten utama

Coban Glotak | Surga yang Tersembunyi di Malang

Surga tersembunyinya Malang untuk sebuah Coban Glotak? Nggak berlebihan tuh?

Halo halo... ketemu lagi sama admin kurus yang sering error hehehe... jadi kali ini aku ingin menjelaskan bahwa ternyata ada banyak surga yang tersembunyi loh di Malang! Salah satunya yaitu Coban Glotak!.

Okay.. kita list dulu perlengkapan kita..

  1. Motor yang sudah diservis

  2. Kamera (hape juga boleh sih :D )

  3. Trash bag (penting nih)

  4. Perlengkapan pribadi


Mungkin itu saja yang aku bawa kali ini.

Langsung menuju TKP!

Perjalanan dari pusat kota Malang sekitar satu jam-an dengan menemupuh jarak sekitar 20 km. Jarak tercepat masuk dari Kelurahan Mulyorejo Kecamatan Sukun. Nah dari situ aku saranin, nggak usah buru-buru! Karena, subhanallah.. pemandangannya indah banget bro.. apalagi setelah masuk kawasan Dalisodo. Sekeliling jalan banyak pohon yang menyejukkan mata. Namun, sayangnya jalanan yang mendekati tempat sedikit jelek, jadi yang sabar aja yah hehehehe..

[caption id="attachment_6934" align="alignnone" width="864"]Pintu Masuk Coban Glotak Malang Selamat Datang...[/caption]

Apabila teman - teman kesini aku menyarankan untuk membawa barang - barang yang sudah aku list di atas. Optional sih. Karena kami waktu kesini sedang gerimis, jalan yang kami lalui agak licin dan aku juga menyarankan untuk selalu hati - hati, pakai sandal/sepatu khusus! jangan pakai sepat cats apalagi highheels. Nanti sulit hehehe...

Kali ini aku kesini bareng sama Cak Anam Juragan Beras Organik. Iseng iseng nyoba nge-vlog gitu biar kekinian hehehe :D Nanti videonya bisa kamu lihat di bawah ini.

Alam Malang yang Luar Biasa!


Yup! itu yang aku ungkapkan!. Pemandangan di Coban Glotak Malang sungguh menakjubkan. Sepanjang perjalanan, kita disuguhi hamparan bukit hijau diiringi musik alam hewan cenggeret (apa yah dalam bahasa Indonesia-nya?). Track yang cukup menantang, dan Air terjun yang tersembunyi!.

Masih Ada yah yang kayak gini...?


[caption id="attachment_6953" align="aligncenter" width="864"]jangan buang sampah sembarangan kok ada yang ditinggalin, bro?[/caption]

Katanya Pecinta Alam? Ikut memperingati Hari Bumi tapi kok seperti ini? Jangan yah teman - teman. Kita harus menjaga alam yang telah dianugerahkan kan kepada kita. Bule aja rela buang uang dan waktunya untuk bisa menikmati alam kita, masak kita yang tinggal merawat aja gak bisa? Nah tadi saya juga menyarankan untuk membawa trashbag disetiap perjalanan, untuk fungsinya ya ini, memungut sampah -sampah dari orang - orang yang tidak bertanggung jawab.

Terlepas dari itu semua,

Mari kita jaga alam ini. Jangan ambil apapun kecuali foto dan jangan tinggalkan apapun kecuali jejak kaki dan kenangan!


Galeri Kami

 

[gallery ids="6971,6972,6973,6974,6967,6964,6965,6966,6955,6956,6957,6958,6959,6954" orderby="rand"]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Harus Tetap Berlabuh

Memang aneh ya, kebanyakan dari kita sudah cerasa cukup mencintai dalam doa pada “mode bayangan”, loh kok bayangan? Maksudnya

Selamat Wisuda

Hari ini tiba, detik yang dinanti. Jalan kita beriring, kini harus terbagi. Bersama, kita telah menempuh samudera ilmu, berlayar di bawah langit biru yang penuh asa. Tawa kita pernah bergema di sudut kelas, di malam-malam panjang yang penuh perjuangan. Tapi kini, tibalah saatnya untuk melangkah jauh—ke arah yang berbeda, dengan hati yang penuh harap. Di ujung senja, kita kan berjumpa. Meski jalan ini membawa kita ke arah yang berbeda, kenangan ini abadi, meski tak lagi sama. Aku tahu, kita akan selalu satu rasa. Sebab jejak kita telah terukir dalam setiap langkah pertama yang kini harus kita tapaki sendiri. Mungkin, ada air mata yang tertahan. Mungkin, ada rindu yang diam-diam berbisik dalam hati. Tapi kita adalah bintang yang pernah bersinar bersama, dan sinarmu akan selalu kurasa, meski dari kejauhan. Meski kita terpisah, takdir tak bisa dihalang. Kenangan ini akan selalu menjadi rumah, tempat hati kita kembali. Selamat wisuda, anak-anakku yang tercinta. Kita kan bertemu lag...

Perubahan Fisik, Fungsi, Dan Baku Mutu Yang Terjadi Di Pesisir Banyuwangi

Kian hari, kian bulan, kian tahun, pesisir di Selatan Jawa semakin tergambar jelas sebagai kawasan industri terlebih untuk sentra pertambangan di Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari Kepmen ESDM No. 1204 K/30/MEM/2014 Tentang Penetapan Wilayah Pertambangan Pulau Jawa dan Bali.  Di dalam peta lampiran Kepmen tersebut secara jelas digambarkan bahwa seluruh kawasan pesisir Selatan Jawa ditandai dengan warna biru terang; warna yang menandakan kawasan pertambangan akan beroperasi. Ditambah adanya legitimasi dari peraturan – peraturan lainnya seperti UU No. 41 Tahun 1999, Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2010 dan PP Nomor 105 tahun 2015 yang mengatur tentang Kehutanan dan Penggunaaan kawasan Hutan. Artinya, kawasan lindung, hutan, pertanian dan pemukiman beserta seluruh makhluk hidup yang tersebar, membentang dan bermukim di seluruh pesisir selatan pulau Jawa, khususnya provinsi Jawa Timur, berada dalam ancaman yang serius. Lampiran dari Kepmen ESDM No. 1204 K/30/MEM/2...