Langsung ke konten utama

Kalau Cinta Jangan Lihat Wajah Dong

Mohon untuk tidak dipersepsi lain. maksud jangan ngliat wajah bukan berarti ketika nyari jodoh kudu merem atau pakai penutup mata. Nggak gitu kok. Cuma ngasih arahan, bahwa wajah boleh dijadiin ukuran untuk mencari pasangan hidup, tapi jangan sampe hal itu menjadi pilihan kita yang sejati. Artinya,


wajah itu nomor sekian deh untuk dijadikan ukuran kesukaan kita. Bayangin, kalau kamu nyari pasangan cuma melihat wajah dan tubuhnya yang aduhai, sementara keimanan jadi nomor sekian (atau malah nggak masuk kriteria?) bisa gawat. Kenapa? Jangan – jangan itu tipe romantis alias roman manis, tapi berhati iblis! Wadau! :D

Sobat muda (kalo tua nggak papa kok :D ), unik dan menarik soal rasa suka ini. Bisa sederhana, tapi sekaligus bisa juga menjadi ribet, kalo diusut – usut, eh, malah tambah kusut kagak karuan. Sederhana kalo kita memandang rasa suka kepada lawan jenis ini dengan kriteria yang nggak hiperbola. Misalnya nih ya :

  1. cukup melihat bahwa dia manusia

  2. harus yang hidup punya keimanan yang menancap di dada (lihat perilaku dan ucapannya dalam keseharian)

  3. perhatian dan peduli samak kita

  4. plus punya tanggung jawab. Kalo yang ini kamu pasang, insha Allah agak mudah :).


Tapi bisa menjadi blunder dan bikin puyeng kalo dalam urusan suka ini kamu pasang spesifikasi dan kualifikasi yang kelewat tinggi. Misalnya, tampangnya kudu sepuluh sebelas alias kembaran sama Reza Rahardian or kalo cewek kayak BCL (waduh jadi film dong), akhlaknya mulia, pinter, wajah Zimbabwe-Arab, sarjana, pinter masak, lihai pula dalam berorganisasi, jujur, penuh perhatian, peduli, enak diajak ngbrol, bodi atletis or seksi, keturunan keluarga baik – baik, anak orang kaya, ditambah cool en nggak hidup banyak tingkah plus setia pula. Ehm… itu syarat jadi calon pasangan hidup, apa kemaruk pengen semuanya diraih? Bukan nggak boleh lho, silahkan aja (kalo emang ada). Sebab, nggak usah heran kalo Nabi kita pun sampe merinci bahwa wanita (termasuk laki – laki) itu dinikahi karena kecantikannya (kegantengannya), hartanya, keturunannya, dan agamanya. Itu artinya, manusia sejatinya emang tertarik dan suka sama semua kriteria yang disebutkan dalam hadis Nabi saw. Itu. Meski demikian, Rasulullah saw. berpesan bahwa nikahilah pasanganmu karena agamanya.

[caption id="" align="aligncenter" width="480"]nikahi karena agamanya karena agamanya ya guys via onehwallpaper.com[/caption]

Oke, wajah di sini bisa pula berarti status sosial. Nah, nggak bisa menjadikan itu sebagai syarat utama. Percuma aja kan kalau wajah kiut, sarjana, anak rang kaya, bangsawan, tapi nggak beriman. Berabe juga kan? (kecuali kalo kamu merasa itu adalah prestasi duniawi). Tapi inget lho, semuanya itu akan berakhir. Kita nggak usah memanjakan rasa suka kita dengan liar. Sederhana saja dan yang penting realistis. Intinya sih, kalo kita menetapkan rasa suka kudu nyetel juga 'kan dengan kriteria agama. Syukur – syukur kalau kamu mendapatkan pasangan hidup yang wajahnya enak dipandang mata, anak orang kaya, keturunan keluarga keraton, dan pengetahuan, pemahaman, dan pengalaman ajaran agamanya oke. Eits… tunggu dulu, jangan keburu geer kalau udah ada calon yang kriterianya memenuhi syarat seperti itu. Satu yang nggak boleh dilupakan, pastikan bahwa dia suka juga sama kita. kalo nggak? Hehehe… itu namanya bertepuk sebelah badan eh tangan (nggak bakalan bunyi tuh!)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Harus Tetap Berlabuh

Memang aneh ya, kebanyakan dari kita sudah cerasa cukup mencintai dalam doa pada “mode bayangan”, loh kok bayangan? Maksudnya

Selamat Wisuda

Hari ini tiba, detik yang dinanti. Jalan kita beriring, kini harus terbagi. Bersama, kita telah menempuh samudera ilmu, berlayar di bawah langit biru yang penuh asa. Tawa kita pernah bergema di sudut kelas, di malam-malam panjang yang penuh perjuangan. Tapi kini, tibalah saatnya untuk melangkah jauh—ke arah yang berbeda, dengan hati yang penuh harap. Di ujung senja, kita kan berjumpa. Meski jalan ini membawa kita ke arah yang berbeda, kenangan ini abadi, meski tak lagi sama. Aku tahu, kita akan selalu satu rasa. Sebab jejak kita telah terukir dalam setiap langkah pertama yang kini harus kita tapaki sendiri. Mungkin, ada air mata yang tertahan. Mungkin, ada rindu yang diam-diam berbisik dalam hati. Tapi kita adalah bintang yang pernah bersinar bersama, dan sinarmu akan selalu kurasa, meski dari kejauhan. Meski kita terpisah, takdir tak bisa dihalang. Kenangan ini akan selalu menjadi rumah, tempat hati kita kembali. Selamat wisuda, anak-anakku yang tercinta. Kita kan bertemu lag...

Perubahan Fisik, Fungsi, Dan Baku Mutu Yang Terjadi Di Pesisir Banyuwangi

Kian hari, kian bulan, kian tahun, pesisir di Selatan Jawa semakin tergambar jelas sebagai kawasan industri terlebih untuk sentra pertambangan di Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari Kepmen ESDM No. 1204 K/30/MEM/2014 Tentang Penetapan Wilayah Pertambangan Pulau Jawa dan Bali.  Di dalam peta lampiran Kepmen tersebut secara jelas digambarkan bahwa seluruh kawasan pesisir Selatan Jawa ditandai dengan warna biru terang; warna yang menandakan kawasan pertambangan akan beroperasi. Ditambah adanya legitimasi dari peraturan – peraturan lainnya seperti UU No. 41 Tahun 1999, Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2010 dan PP Nomor 105 tahun 2015 yang mengatur tentang Kehutanan dan Penggunaaan kawasan Hutan. Artinya, kawasan lindung, hutan, pertanian dan pemukiman beserta seluruh makhluk hidup yang tersebar, membentang dan bermukim di seluruh pesisir selatan pulau Jawa, khususnya provinsi Jawa Timur, berada dalam ancaman yang serius. Lampiran dari Kepmen ESDM No. 1204 K/30/MEM/2...