Langsung ke konten utama

Kalo Udah Cinta Jangan Gelap Mata

O ya, tau nggak cinta juga bisa juga gelap mata alias tak pandang bulu , lho (bulunya sapa aja udah). Tak pandang bulu bisa berarti kita mencintai siapa saja, dan dari kalangan mana saja. Nggak pilih – pilih pokoknya. Karena semua berhak mendapatkan cinta. Pandang tak jemu, tentu saja ketika kita memandang seseorang yang jadi kembang impian, kita bisa betah berlama – lama menatapnya. Nggak bosen, sepertinya ada medan magnet yang berinduksi di antara kita dengannya dengan kekuatan gaya tarik – menarik yang sangat kuat.

Jangan salah mengartikan gelap mata



Apabila kamu merasa kagum dengan seorang wanita, ingatlah kejelekan – kejelekannya!



Namun jangan salah, meski cinta tak pandang bulu dan membuat pandang tak jemu, tapi bukan berarti juga kita dibutakan oleh cinta. Jangan sampe kita tak mampu mengendalikan semangat cinta yang bergelora di hati dan pikiran kita sehingga membuat kita gelap mata, hati, dan juga melumpuhkan akal sehat.

Kita perlu khawatir dan tentunya menjaga diri. Nggak usah memberikan ruang yang begitu luas kepada hawa nafsu untuk terus bergerak menggoda kita. nggak ada jaminan kalo kita udah merasa dia adalah segalanya, maka kita akan gelap mata. Bukan mustahil kan? Iya Lah, sebab kalo bayangan si dia terlanjur lekat di hati, biasanya segala kesalahan dan kekurangan cenderung kita abaikan. Waduh bayaha eh bahaya banget tuh. Padahal katanya Ibnu Mas’ud ra, “Apabila kamu merasa kagum dengan seorang wanita, ingatlah kejelekan – kejelekannya!”

Duh.. kejem ya? Ah, biasa aja kalee, karena manusia sering kali berubah – ubah dalam bersikap. Itu harus kita sadari juga. Bukan tak mungkin satu saat orang yang kita cintai karena kagum akan kepandaiannya, karena kesalehannya, dan juga peranginya yang baik, satu saat akan berbalik 181 derajat. Jadi, nggak usah rela dibutakan cinta. Artinya, sikapi aja dengan wajar sisi – sisi kemanusiaannya yang lain dengan sisi yang membuatmu kagum setengah hidup (lebih baik setengah hidup daripada setengah mati yaa 😁). Itulah email pesan yang dikirimkan Ibnu Mas’ud kepada mereka yang sedang jatuh cinta. Betul?😇.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Harus Tetap Berlabuh

Memang aneh ya, kebanyakan dari kita sudah cerasa cukup mencintai dalam doa pada “mode bayangan”, loh kok bayangan? Maksudnya

Takut

Ketakutan itu bukan hanya tentang hal-hal yang menyeramkan, tapi juga tentang sesuatu yang perlahan-lahan memudar dari genggaman—tanpa bisa dicegah. Aku pernah berpikir bahwa mencintaimu berarti memiliki keberanian, bahwa kasih sayang bisa mengalahkan segala kecemasan. Tapi nyatanya, semakin besar cinta ini, semakin besar pula ketakutan yang mengikutinya. Takut kehilangan. Takut kau berubah. Takut aku bukan lagi rumah yang kau cari. Kini, langkahku semakin pelan. Waktu yang dulu terasa seperti alunan lembut, kini menjadi detik-detik yang menyeretku ke dalam kenyataan pahit. Aku bertanya pada bintang, pada angin, pada gelapnya malam—haruskah aku menerima bahwa kehilangan ini adalah takdir? Tapi tak ada jawaban. Hanya sunyi yang mengisi ruang di mana kau dulu berada. Dan pada akhirnya, aku harus berdamai dengan ketakutanku sendiri. Sebab kau telah pergi, dan yang tertinggal hanyalah aku… dan bayanganmu yang tak pernah benar-benar hilang.

Tepi Memori

Senja itu jatuh perlahan, menggulung riuh pesta sekolah ke dalam kesunyian. Di bawah lampu-lampu temaram, langkahmu menjauh, meninggalkan jejak yang tak pernah benar-benar tertinggal. Kita bertengkar, kata-kata meluncur menjadi bara, tapi aku tak pernah mengira bahwa api kecil itu akan membakar segalanya. Aku masih berdiri di tempat yang sama saat kau menghilang. Tak ada tanda, tak ada alasan yang bisa kupahami. Hanya angin malam yang berbisik samar, membawa aroma keraguan yang semakin menyengat. Di antara dinding sunyi, ada bayangan yang tak pernah bisa kuabaikan—kau dan dia, dalam kisah yang tak pernah kuceritakan. Aku menunggu di balik pintu rahasia, di kamar yang dulu menyimpan semua tawa kita. Namun kini, gelap menyelimuti segalanya. Bayang-bayangmu melebur bersama seseorang yang tak pernah kusebut namanya, meninggalkan aku dalam labirin kecurigaan yang terus menyala. Festival telah lama usai, namun ingatan ini tak ikut terbakar. Luka itu masih tersimpan rapi di antara kepingan...