Langsung ke konten utama

Karena Kebutuhan Setiap Manusia itu Sama

Dear pembaca enkawardana.com, apa sih yang buat kita tertarik kepada lawan jenis? Kok bisa ya? Jantung berdegup kencang, kaki bergetar hebat saat cewek seimut dan selucu Pevita Pearce ngedeketin kita. Tiba – tiba keringat dingin bercucuran nggak lama ketika cowok se-cool ­Rio Haryanto ngajakin chit – chat ke kita. Eh kok bisa gitu ya? Jangan – jangan emang kita lagi sakit. Walah...

Yang pasti bukan karena kita mengandung magnet lo ya. Kita bisa dikejar pengepul rongsokan karena banyak besi tua nempel di badan kita. He.. he.. he... :-D yang bener, karena secara fitrah diri kita yang udah BT, alias Butuh Tatih Tayang, maksudnya kasih sayang dari Allah swt.

Allah swt. berfirman,
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaiut: wanita – wanita, anak – anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang – binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”
Ali Imran:14

Kebutuhan kita sama


Ya, itu semua karena kebutuhan kita sama, kita akan berusaha mencari belaian kasih sayang dengan orang – orang yang kita cintai. Di aspek inilah bermacam – macam genre bersarang, dari elemen perasaan sentimen sampai melankolis yang dapat memanjakan hati kita. Kita merasa sengang apabila ada orang lain yang memperhatikan diri kita. Bunga – bunga dalam hati kita bermerakaran ketika ada orang yang menyatakan cinta kepada diri kita. Rona wajah kita menjadi bermerah terhias ketika ada seseorang yang membawa sekuntum bunga mawar merah terikat di sekotak coklat batangan. Ada keinginan untuk dicintai dan mencintai; dihargai dan menghargai; serta memberi dan diberi.

[caption id="" align="aligncenter" width="650"]kebutuhan untuk melestarikan jenis berkeluarga via vemale.com[/caption]

Perasaan inilah yang merupakan perwujudan dari naluri melestarikan jenis (Gharizatul Na’u) yang Allah sematkan pada diri kita sejak lahir. Sehingga kita termotivasi untuk menjalin hubungan khusus yang dikenal dengan pacaran, hingga mengikat janji setia dalam bingkai pernikahan. Semuanya berproses secara alami tanpa rekayasa. Karena memang cinta itu bukan untuk dipaksakan, tapi dirasakan. Sehingga seorang pujangga bisa bikin kata mutiara untuk meluluhkan hati belahan jiwanya. “Nggak ada tempat yang istimewa di dunia ini, selain berada di sampingmu”.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Harus Tetap Berlabuh

Memang aneh ya, kebanyakan dari kita sudah cerasa cukup mencintai dalam doa pada “mode bayangan”, loh kok bayangan? Maksudnya

Selamat Wisuda

Hari ini tiba, detik yang dinanti. Jalan kita beriring, kini harus terbagi. Bersama, kita telah menempuh samudera ilmu, berlayar di bawah langit biru yang penuh asa. Tawa kita pernah bergema di sudut kelas, di malam-malam panjang yang penuh perjuangan. Tapi kini, tibalah saatnya untuk melangkah jauh—ke arah yang berbeda, dengan hati yang penuh harap. Di ujung senja, kita kan berjumpa. Meski jalan ini membawa kita ke arah yang berbeda, kenangan ini abadi, meski tak lagi sama. Aku tahu, kita akan selalu satu rasa. Sebab jejak kita telah terukir dalam setiap langkah pertama yang kini harus kita tapaki sendiri. Mungkin, ada air mata yang tertahan. Mungkin, ada rindu yang diam-diam berbisik dalam hati. Tapi kita adalah bintang yang pernah bersinar bersama, dan sinarmu akan selalu kurasa, meski dari kejauhan. Meski kita terpisah, takdir tak bisa dihalang. Kenangan ini akan selalu menjadi rumah, tempat hati kita kembali. Selamat wisuda, anak-anakku yang tercinta. Kita kan bertemu lag...

Perubahan Fisik, Fungsi, Dan Baku Mutu Yang Terjadi Di Pesisir Banyuwangi

Kian hari, kian bulan, kian tahun, pesisir di Selatan Jawa semakin tergambar jelas sebagai kawasan industri terlebih untuk sentra pertambangan di Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari Kepmen ESDM No. 1204 K/30/MEM/2014 Tentang Penetapan Wilayah Pertambangan Pulau Jawa dan Bali.  Di dalam peta lampiran Kepmen tersebut secara jelas digambarkan bahwa seluruh kawasan pesisir Selatan Jawa ditandai dengan warna biru terang; warna yang menandakan kawasan pertambangan akan beroperasi. Ditambah adanya legitimasi dari peraturan – peraturan lainnya seperti UU No. 41 Tahun 1999, Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2010 dan PP Nomor 105 tahun 2015 yang mengatur tentang Kehutanan dan Penggunaaan kawasan Hutan. Artinya, kawasan lindung, hutan, pertanian dan pemukiman beserta seluruh makhluk hidup yang tersebar, membentang dan bermukim di seluruh pesisir selatan pulau Jawa, khususnya provinsi Jawa Timur, berada dalam ancaman yang serius. Lampiran dari Kepmen ESDM No. 1204 K/30/MEM/2...