Langsung ke konten utama

Kisah Cinta Sepanjang Masa

Lain waktu dan budaya, lain lagi ceritanya kalo ngomongin soal cinta. Tiap masa punya cerita cinta yang berbeda. Kesamaannya cuma satu, pelakunya dua insan manusia berjenis kelamin yang berbeda yang tengah dilanda asmara. Betul? Nah berikut kita kasih deh beberapa penggalan kisah cinta klasik masa lalu. Kisah yang tertulis dalan tinta merah muda sejarah manusia. Kisahnya tak habis dimakan usia karena begitu menyentuh dan jadi pelajaran tersendiri buat kita-kita yang hidup di abad milunyium, eh milenium ini hehehe 😂


Perempuan yg baik bagi lelaki yg baik pulaKisah cinta Adam dan Siti Hawa


Iniilah kisah cinta yang mengawali kehidupan manusia di muka bumi. Mereka merupakan buyutnya kakek-nenek moyang kita. Nabi Adam adalah manusia pertama sekaligus Nabi dan Rasul yang Allah ciptakan dari tanah, kemudian kepadanya ditiupkan roh. Awalnya Nabi Adam tinggal sendiri alias “menjomblo” di surga. Kemudian Allah swt. menciptakan Hawa dan menjadikannya sebagai istri Adam. Karena hasutan setan, Adam dan Hawa terjebak untuk memakan buah terlarang, Khuldi. Akibatnya Allah memerintahkan Adam dan Hawa keluar dari surga untuk hidup di planet bekasi bumi ini. Di bumi, keduanya kerja keras tak kenal lelah agar tetap hidup dan mengembagkan keturunan. Sehingga lahirkah cikal bakal mbah-mbah kita.
Lanjut Kisah selanjutnya →

Kisah cinta Cleopatra dan Julius Caesar


Dilahirkan tahun 69 SM, Cleopatra adalah anak ketiga dari raja Mesir Auletes yang bergelar Ptolemy XII. Doi merupakan wanita cantik mempesona yang menyukai kehidupan glamor sarat pesta. Sedangkan Julius Caesar adalah salah satu dari tiga pilar pimpinan Kerajaan Romawi pada saat itu. Pertemuan Cleo dengan Caesar diawali ketika terjadi pergolakan di tubuh pemerintahan Kerajaan Roma yang dipegang oleh tiga pilar yang dikenal dengan sebutan trium virat. Mereka adalah Caesar, Pompeii, dan Crassus. Dalam pergolakan itu, Caesar berhasil memukul mundur prajurit Pompeii yang kemudian mengungsi ke Mesir. Karena tak mau negerinya dipakai sebagai tempat persembunyian, akhirnya warga Mesir justru menangkap Pompeii dan menyerahkan kepada Caesar yang kebetulan datang ke Alexandria untuk menagih utang Ptolemy XII. Situasi kunjungan kenegaraan ini dimanfaatkan Cleo untuk memikat Caesar. Bermodalkan kepiawaian rayuannya, kecantikan parasnya, serta kemolekan tubuhnya, Caesar terpikat dan bertekuk lutut. Padahal saat itu Caesar tak seganteng David Beckham. Udah tua, botak lagi. Tapi itu nggak masalah bagi Cleo, yang penting Doi memperoleh kembali tahta kerajaan dan Mesir tidak perlu bayar utang kepada Roma. Hmmm.. pantes aja bagi orang Roma, wanita ini dicap sebagai wanita tunasusila paling kejam di dunia sekaligus pengkhianat Romawi.
Lanjut Kisah selanjutnya →


Kisah cinta Yusuf dan Zulaikha


Kalo kisah yang satu ini laen lagi. Justru di sini Nabi Yusuf yang digilai oleh para wanita pada masanya. Hingga beliau masuk bui karena dituduh telah menggoda istri pembesar Mesir yang bernama Zulaikha. Selepas peristiwa itu, Zulaikha menjadi gila karena dimabuk asmara yang nggak kesampaian pada Nabi Yusuf as. Dengan izin Allah, Nabi Yusuf bertemu lagi dengannya setelah 12 tahun berlalu. Kemudian mereka menikah setelah Allah menjadikan Zulaikha muda kembali melalui perantaraan mukjizat Nabi Yusuf as. Happy ending deh.

Makna kisah cinta yusuf zulaikha


Lanjut Kisah selanjutnya →


Kisah cinta Muhammad dan Khadijah


Nabi Muhammad menikahi Siti Khadijah saat berusia 25 tahun. Sementara Khadijah sendiri sudah memasuki kepala empat tapi itu nggak masalah. seperti kata pepatah, kalo cinta udah bicara, soal usia bukan kendala. Status majikan atau karyawan nggak perlu dipermasalahkan. Makanya Siti Khadijah nggak malu untuk mengakui kalau beliau simpati pada Muhammad yang saat itu bekerja padanya sebagai penjual kain. Saking cintanya, beliau menolak beberapa “proposal” yang diajukan raja-raja, para hartawan, dan para bangsawan. Beliau malah mengutus Maisarah, pembantu dekatnya untuk memata-matai gerak-gerik Nabi. Nggak ada kata gengsi saat beliau mengungkapkan isi hatinya kepada Nabi, “Aku senang kepadamu karena kekerabatanmu dengan aku, kemuliaanmu, dan pengaruhmu di tengah-tengah kaummu, sifat amanahmu di mata mereka, kebagusan akhlakmu, dan kejujuran bicaramu”. Dengan izin Allah, Siti Khadijah menjadi istri yang sangat disayang nabi; yang pertama kali beriman di saat orang-orang masih kufur; yang membenarkan ketika orang mendustakan nabi; yang memberikan hartanya kepada nabi ketika orang-orang enggan; dan Allah memberikan anak darinya dan tidak memberikan dari istri yang lain. Nggak heran kalau Rasul sangat terpukul ketika Allah menghendaki Siti Khadijah untuk menemui-Nya lebih dulu dibanding Rasul.
Lanjut Kisah selanjutnya →


Kisah cinta Ali bin Abi Thalib dan Fatimah az-Zahra


Kisah cinta yang ini juga nggak kalah dahsyatnya. Ali bin Abi Thalib termasuk generasi pertama yang mengimani kerasulan Nabi sekaligus diijadikan anak asuh oleh Nabi. Fatimah sendiri merupakan putri Rasulullah saw. Setelah hijrah ke Madinah, Fatimah sebagai putri pemimpin Madinah banyak yang naksir. Banyak yang pengen mengawininnya. Mulai dari ahli sastra, pahlawan perang, hingga sahabat Rasul Abu Bakar dan Umar. Tapi semuanya ditolak secara halus oleh Rasul. Sementara Ali, doi minder karena kemiskinannya untuk melamar Fatimah. Tetapi Nabi saw. mendorongnya, hingga mereka pun menikah. Mas kawinnya sebesar 500 dirham, sebagian diperoleh dengan menjual baju besi Ali. Dari duo pasangan sejati inilah lahir cucu-cucu Nabi, yakni Hasan, Husein, Muhasin, Ummi Kulsum, dan Zainab.

Kisah cinta yang menuntun ke surgaNah, bagaimana kisah – kisah cinta di atas cukup menginspirasi kan? Favorit kalian yang mana? Hehe... Semoga kisah cinta kalian juga berakhir happy ending seperti di atas. Aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Harus Tetap Berlabuh

Memang aneh ya, kebanyakan dari kita sudah cerasa cukup mencintai dalam doa pada “mode bayangan”, loh kok bayangan? Maksudnya

Takut

Ketakutan itu bukan hanya tentang hal-hal yang menyeramkan, tapi juga tentang sesuatu yang perlahan-lahan memudar dari genggaman—tanpa bisa dicegah. Aku pernah berpikir bahwa mencintaimu berarti memiliki keberanian, bahwa kasih sayang bisa mengalahkan segala kecemasan. Tapi nyatanya, semakin besar cinta ini, semakin besar pula ketakutan yang mengikutinya. Takut kehilangan. Takut kau berubah. Takut aku bukan lagi rumah yang kau cari. Kini, langkahku semakin pelan. Waktu yang dulu terasa seperti alunan lembut, kini menjadi detik-detik yang menyeretku ke dalam kenyataan pahit. Aku bertanya pada bintang, pada angin, pada gelapnya malam—haruskah aku menerima bahwa kehilangan ini adalah takdir? Tapi tak ada jawaban. Hanya sunyi yang mengisi ruang di mana kau dulu berada. Dan pada akhirnya, aku harus berdamai dengan ketakutanku sendiri. Sebab kau telah pergi, dan yang tertinggal hanyalah aku… dan bayanganmu yang tak pernah benar-benar hilang.

Tepi Memori

Senja itu jatuh perlahan, menggulung riuh pesta sekolah ke dalam kesunyian. Di bawah lampu-lampu temaram, langkahmu menjauh, meninggalkan jejak yang tak pernah benar-benar tertinggal. Kita bertengkar, kata-kata meluncur menjadi bara, tapi aku tak pernah mengira bahwa api kecil itu akan membakar segalanya. Aku masih berdiri di tempat yang sama saat kau menghilang. Tak ada tanda, tak ada alasan yang bisa kupahami. Hanya angin malam yang berbisik samar, membawa aroma keraguan yang semakin menyengat. Di antara dinding sunyi, ada bayangan yang tak pernah bisa kuabaikan—kau dan dia, dalam kisah yang tak pernah kuceritakan. Aku menunggu di balik pintu rahasia, di kamar yang dulu menyimpan semua tawa kita. Namun kini, gelap menyelimuti segalanya. Bayang-bayangmu melebur bersama seseorang yang tak pernah kusebut namanya, meninggalkan aku dalam labirin kecurigaan yang terus menyala. Festival telah lama usai, namun ingatan ini tak ikut terbakar. Luka itu masih tersimpan rapi di antara kepingan...