Langsung ke konten utama

Sejak Lahir Kita Sudah Punya Cinta

Sahabatku yang bebas hatinya, terbukti kan kalo rasa suka dan cinta kepada lawan jenis itu sudah di set default sejak manusia nongol di bumi. Dari zaman Nabi Adam sampe era Adam Air, dari zaman Nabi Sulaiman hingga masa Yuskardiman (siapa ini? :D ), rasa itu nggak hilang ditelan bumi. Artinya,
Allah Yang Maha Penyayang benar-benar sayang sama kita. Sehingga kita juga bisa merasakan indahnya “kasmaran”. Uhuuy.


Nggak hanya itu, adanya rasa itu juga yang membantu manusia tetap lestari. Bener lho. Soalnya rasa cinta itu bagian dari kebutuhan naluri untuk berkembang biak. Mununtut manusia untuk melakukan proses reproduksi. Naluri ini juga wujud dari rasa kasih sayang ibu dan bapak kepada anaknya.



Cinta itu sudah ada sejak kita lahirNaluri dan cinta juga menuntut kita untuk segera menikah


Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan (Q.S. At-Thaariq : 5-7)

Itu sebabnya, Nabi saw. menganjurkan agar para jomblo untuk segera mengakhiri statusnya jika sudah mampu. Aku ulangi yah, jika sudah mampu 😀. Jangan ambil resiko untuk berlama-lama hidup dalam kesendirian. Bukan apa-apa, Cuma menurut mantan para anggota jojoba a.k.a. jomblo-jomblo bahagia, mereka kudu menahan beban syahwat yang sangat berat sebelum merit. Apalagi jaman sekarang yang dekat dengan lingkungan pornoaksi dan pornografi. Waduh 😨.


Emang sih, tuntutan berkembang biak nggak bikin kondisi badan kita semaput sampai dijemput malaikat Izrail. Tapi tetep aja rasa gelisah yang timbul jangan sampai buat kita jadi liar dalam kemaksiatan.


Selain menganjurkan menikah, Nabi saw. juga mengingatkan agar kita jangan sampe menyesal kalo meninggal dalam keadaan menjomblo. Rasulullah bersabda, “Orang meninggal diantara kalian yang berada dalam kehinaan adalah bujangan”. Dan “sebagian besar penghuni neraka adalah orang-orang bujangan”. Naudzubillah mindzalik. Nah lho! Moga para bujangan nggak paranoid ya hehehe 😁😁


Nah, semoga kita nggak tergoda oleh kehidupan para biarawan atau biksu. Kok tergoda? Iya! Soalnya mereka ngerasa hebat sampe mengharamkan diri untuk menikah. Persis seperti anggota Aliansi Pria Takut Nikah alias APRITAN hehehe. Walau niatnya untuk lebih banyak beribadah, tapi pengekangan terhadap rasa cinta justru bakal bikin mereka sengsara. Nikmati saja bro. Soalnya cinta itu fitrah 😁. Salam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Harus Tetap Berlabuh

Memang aneh ya, kebanyakan dari kita sudah cerasa cukup mencintai dalam doa pada “mode bayangan”, loh kok bayangan? Maksudnya

Asal Usul Banyuwangi

Bagaimana asal-usul Banyuwangi? Kalau jawaban yang anda harapkan adalah rujukan sejarah, yang akan anda temui hanyalah rasa frustasi. Tak ada rujukan tertulis dalam laporan resmi Belanda (misalnya dari regent Banyuwangi ke gubernur jenderal di Batavia) atau catatan pribadi tentara Belanda atau tentara Inggris (yang juga pernah menduduki Banyuwangi).

Komponen Komunikasi Public Speaking - Bagian 1

Kesempatan sebelumnya, kita sudah membahas apa arti public speaking , apa persamaan public speaking dan conversation , apa strategi , dan yang juga hal yang sangat mendasar adalah dalam mendasari interaksi kita adalah persepsi, Anda masih in>Pertemuan kali ini kita akan membahas masalah komunikasi. Komunikasi dalam public speaking dapat dilihat dari sisi komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal. Kemarin kita sudah membahas komunikasi verbal dan non-verbal sedikit. Jadi misalnya kalau verbal itu lewat kata-kata dan kalau non-verbal adalah seluruh gerakan anggota tubuh, serta intonasi, dan sebagainya. Nanti kita akan bahas juga.