Langsung ke konten utama

Aku Suka Padamu Maka Kita Harus Bersatu

Hai hai sohib pembaca yang budiman. Bagaimana hari ini? Sudah membaca tulisan ku yang ini? Sudah terinspirasi belum? Jika iya, pasti selanjutnya yang ada di benak kita adalah.. kita harus bersatu. Hmm sudah seperti slogan kampanye aja yah hehehe.. :D sebagai kampanye antijomblo sepertinya slogan ini memang benar adanya. Karena apa? Bagi kita – kita remaja tidak cukup jika hanya sekedar suka, harus ada ikatan yang jelas. Sebagai teman apa sahabat? atau temannya sahabat? Eh bukan.. maksudnya sebagai teman biasa atau teman istimewa?. Memang ada bedanya ya? Hehe.. pasti teman – teman di sana sudah tau kan bedanya. Masak nggak tau? ah kuper nih hahaha... Bedanya, kalau teman biasa itu boleh dibilang masih steril dari benih asmara. Nah, kalau yang istimewa biasanya plus telor dan harganya lebih mahal. Ini ngomongin temen apa martabak yah? Sorry... :)

Namanya juga teman istimewa pasti punya tempat yang istimewa juga di sudut hati. Fotonya pun terpampang imut sebagai wallpaper laptop. Untuk foto yang kecil tercetak di sela sela dompet. File gambarnya pun tak lupa dijadikan screen hape. Senyumnya pun lekat di dalam ingatan. Sampai – sampai nomor ponselnya pun disamarkan dengan nama operator “telkom*el”. Waaahh!!

[caption id="attachment_52228" align="aligncenter" width="525"]Strategi untuk bersatu Siap strategi via Thomas Tucker[/caption]

Maka dari itu untuk melancarkan kampanye antijomblo di atas, langkah – langkah strategis pun direncanakan dengan matang. Mulai dari mengumpulkan informasi sebanyak – banyaknya tentang si hantu mimpi. Nama lengkap, tanggal lahir, tempat lahir, alamat rumah, alamat kos, no. telepon, pengalaman organisasi, pengalaman kerja, pendidikan terakhir, gaji yang diinginkan dll. Lah kok kaya’ sedang ngisi form lamaran kerja? Maaf sob.. gini nih jika terlalu serius dalam menyusun strategi pendekatan sampai informasinya jadi ketuker – tuker. Yang pasti, informasi tentang makanan favorti, minuman favorit, idola, jenis musik, sampai ukuran baju dan sepatu sudah harus hafal. Kenapa sob?

Ya iyalah!. Sebagai orang yang akan mendampingi dia -tsaahh- tentu harus tahu banyak agar ngobrolnya jadi nyambung gitu jadi ga saling diem – dieman ketika lagi jalan bareng doi. Kalau sudah match kan jadi enak. Pujaan hati jadi merasa aman, nyaman, tenteram, perhatian, dan tidak nolak jika diajak hangout. Itu tandanya langkah strategis kita mulai berhasil. Uhuy!!

Pepatah Arab mengatakan,
Cinta merupakan cerminan bagi seseorang yang sedang jatuh cinta untuk mengetahui watak dan kelemah lembutan dirinya dalam citra kekasihnya. Karena sebenarnya, ia tidak jatuh cinta kecuali terhadap dirinya.

Bener tuh! Untuk menjaga hubungan yang sudah dekat, Sang Arjuna akan merubah dirinya menjadi cerminan dari Srikandi agar bisa bersatu. Tidak akan intim seseorang jika pada diri orang itu tidak ada yang sama. Contoh kecilnya kaya’ burung, berjenis – jenis. Tidak akan bisa terkumpul kelompok burung kecuali terdapat persamaan antara kedua jenis burung.

Meskipun masih bersatu dalam hubungan persahabatan, bahasa tubuh orang yang sedang kasmaran nggak bisa berbohong. Pasti kelihatan usaha – usaha untuk menjadikan dirinya sebagai cerminan dari sang pujaan. Bukan tanpa alasan, tapi sebagai “kode” kepada semesta bahwa rasa suka itu tidaklah cukup. Ada upaya untuk mengakhiri status sahabatan menjadi demenan. Biar plong gitu..

Nah, jika kamu merasa kaya di atas, ungkapkan rasa kamu di kolom komentar yaa :D

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Harus Tetap Berlabuh

Memang aneh ya, kebanyakan dari kita sudah cerasa cukup mencintai dalam doa pada “mode bayangan”, loh kok bayangan? Maksudnya

Takut

Ketakutan itu bukan hanya tentang hal-hal yang menyeramkan, tapi juga tentang sesuatu yang perlahan-lahan memudar dari genggaman—tanpa bisa dicegah. Aku pernah berpikir bahwa mencintaimu berarti memiliki keberanian, bahwa kasih sayang bisa mengalahkan segala kecemasan. Tapi nyatanya, semakin besar cinta ini, semakin besar pula ketakutan yang mengikutinya. Takut kehilangan. Takut kau berubah. Takut aku bukan lagi rumah yang kau cari. Kini, langkahku semakin pelan. Waktu yang dulu terasa seperti alunan lembut, kini menjadi detik-detik yang menyeretku ke dalam kenyataan pahit. Aku bertanya pada bintang, pada angin, pada gelapnya malam—haruskah aku menerima bahwa kehilangan ini adalah takdir? Tapi tak ada jawaban. Hanya sunyi yang mengisi ruang di mana kau dulu berada. Dan pada akhirnya, aku harus berdamai dengan ketakutanku sendiri. Sebab kau telah pergi, dan yang tertinggal hanyalah aku… dan bayanganmu yang tak pernah benar-benar hilang.

Tepi Memori

Senja itu jatuh perlahan, menggulung riuh pesta sekolah ke dalam kesunyian. Di bawah lampu-lampu temaram, langkahmu menjauh, meninggalkan jejak yang tak pernah benar-benar tertinggal. Kita bertengkar, kata-kata meluncur menjadi bara, tapi aku tak pernah mengira bahwa api kecil itu akan membakar segalanya. Aku masih berdiri di tempat yang sama saat kau menghilang. Tak ada tanda, tak ada alasan yang bisa kupahami. Hanya angin malam yang berbisik samar, membawa aroma keraguan yang semakin menyengat. Di antara dinding sunyi, ada bayangan yang tak pernah bisa kuabaikan—kau dan dia, dalam kisah yang tak pernah kuceritakan. Aku menunggu di balik pintu rahasia, di kamar yang dulu menyimpan semua tawa kita. Namun kini, gelap menyelimuti segalanya. Bayang-bayangmu melebur bersama seseorang yang tak pernah kusebut namanya, meninggalkan aku dalam labirin kecurigaan yang terus menyala. Festival telah lama usai, namun ingatan ini tak ikut terbakar. Luka itu masih tersimpan rapi di antara kepingan...