Langsung ke konten utama

Arti Cinta Sebenarnya

Jangan berkecil hati kalo kondisi ekonomi nggak sebagus teman kita. Jangan pula minder kalo tongkrongan kita kebetulan masuk kategori wayang golek di jajaran paling pinggir. Justru sebaliknya, kita harus bangga karena kita masih memiliki satu rasa, yakni rasa suka. Rasa suka bisa mengalahkan logika, lho. Buktinya lihat deh film Aladdin. Putri Jasmine bisa jatuh hati sama Aladdin yang Cuma pemuda miskin. Itu karena Putri Jasmine punya rasa suka kepada Aladdin yang nggak bisa dibendung oleh siapapun. Coba tengok film Beauty and the Beast. Betapa putri cantik busa runtuh dan luluh hatinya di hadapan sosok yang buruk rupa.

Mungkin kamu protes karena contoh yang saya paparkan adalah cerita fiksi. Protes kamu saya terima. Tapi, sekarang lihat lingkungan sekitar kamu. Jadilah peneliti kecil – kecilan untuk memantau setiap pasangan suami – istri yang ada di kelurahanmu. Kemungkinannya sangat besar kalo ada seorang suami yang tampanganya kartu mati alias suka untuk dipermak (mau operasi plastik, takut malah jadi ember buat nimba, waaks!), eh, ternyata pas kondangan menggandeng istrinya yang cantik jelita bak bintang sinetron. Walah!

O ya, silakan pula untuk shock atau bahkan boleh sampe klepek – klepek yang tampangnya bak langit dan bumi (kalo kamu pemuja kesempurnyaan dan keserasian). Suaminya kayak David Beckham, yang tidak hanya pandai mengolah si kulit bundar, tapi juga fashionable. Eh, begitu kamu ngeliat istrinya, hampir kamu pingsan karena kebetulan nggak sesuai standar. Ehm, yang jadi pernyataan, kenapa mereka bisa dipertemukan?
Cinta yang dibangun di atas dasar kecantikan, seperti kecantikan itu sendiri, akan segera mati.
~John Donne

Bicara rasa suka adalah bicara selera

Jawabannya, selain jodoh, juga ada visi yang sama. Kalo keduanya udah sepakat menyukai visi masing – masing, nggak salah kan kalo kemudian bersatu untuk saling melengkapi. Nah, itulah kalo rasa suka udah bicara. Itu berbanding lurus dengan pernyataan bahwa bicara rasa suka adalah bicara selera. Harus diakui pula, selera tiap orang nyaris berbeda semuanya. Itu sebabnya, berbahagialah jika kamu masih punya rasa suka. Meski sulit mempermak tampang yang pas pasan, tapi kita bisa menonjolkan pesona yang lain yang disukai oleh orang lain. okeee?

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Harus Tetap Berlabuh

Memang aneh ya, kebanyakan dari kita sudah cerasa cukup mencintai dalam doa pada “mode bayangan”, loh kok bayangan? Maksudnya

Takut

Ketakutan itu bukan hanya tentang hal-hal yang menyeramkan, tapi juga tentang sesuatu yang perlahan-lahan memudar dari genggaman—tanpa bisa dicegah. Aku pernah berpikir bahwa mencintaimu berarti memiliki keberanian, bahwa kasih sayang bisa mengalahkan segala kecemasan. Tapi nyatanya, semakin besar cinta ini, semakin besar pula ketakutan yang mengikutinya. Takut kehilangan. Takut kau berubah. Takut aku bukan lagi rumah yang kau cari. Kini, langkahku semakin pelan. Waktu yang dulu terasa seperti alunan lembut, kini menjadi detik-detik yang menyeretku ke dalam kenyataan pahit. Aku bertanya pada bintang, pada angin, pada gelapnya malam—haruskah aku menerima bahwa kehilangan ini adalah takdir? Tapi tak ada jawaban. Hanya sunyi yang mengisi ruang di mana kau dulu berada. Dan pada akhirnya, aku harus berdamai dengan ketakutanku sendiri. Sebab kau telah pergi, dan yang tertinggal hanyalah aku… dan bayanganmu yang tak pernah benar-benar hilang.

Tepi Memori

Senja itu jatuh perlahan, menggulung riuh pesta sekolah ke dalam kesunyian. Di bawah lampu-lampu temaram, langkahmu menjauh, meninggalkan jejak yang tak pernah benar-benar tertinggal. Kita bertengkar, kata-kata meluncur menjadi bara, tapi aku tak pernah mengira bahwa api kecil itu akan membakar segalanya. Aku masih berdiri di tempat yang sama saat kau menghilang. Tak ada tanda, tak ada alasan yang bisa kupahami. Hanya angin malam yang berbisik samar, membawa aroma keraguan yang semakin menyengat. Di antara dinding sunyi, ada bayangan yang tak pernah bisa kuabaikan—kau dan dia, dalam kisah yang tak pernah kuceritakan. Aku menunggu di balik pintu rahasia, di kamar yang dulu menyimpan semua tawa kita. Namun kini, gelap menyelimuti segalanya. Bayang-bayangmu melebur bersama seseorang yang tak pernah kusebut namanya, meninggalkan aku dalam labirin kecurigaan yang terus menyala. Festival telah lama usai, namun ingatan ini tak ikut terbakar. Luka itu masih tersimpan rapi di antara kepingan...