Langsung ke konten utama

Dia yang Kau Rindu: Cinta yang Tak Pernah Berlabuh

Ada cahaya di matamu setiap kali kau bercerita. Sinarnya begitu sempurna, seolah dunia berputar di sekitar senyummu. Tapi di balik semua itu, aku tahu, aku bukan pusat semestamu. Aku hanyalah siluet yang kau lewati, seseorang yang mencintaimu dengan utuh, tapi tak pernah benar-benar kau pilih.

Aku di sini, memberikan segalanya—kata-kata hangat, genggaman yang erat, cinta yang tak bersyarat. Namun, saat malam menjemput dan sunyi mulai berbicara, aku tahu hatimu melangkah ke tempat lain. Ada seseorang di sana, seseorang yang selalu memenuhi benakmu. Namanya terukir di dalam ingatanmu, meskipun aku yang ada di sisimu.

Setiap tatapanmu, setiap senyuman yang kau berikan padaku, selalu terasa setengah hati. Aku melihatnya dengan jelas—saat kau mencoba tersenyum untukku, tetapi matamu melayang mencari sesuatu yang bukan aku. Aku ingin menutup mata dan berpura-pura, ingin percaya bahwa mungkin suatu hari kau akan melihatku dengan cara yang sama seperti kau melihatnya. Tapi kenyataan tak pernah sebaik itu.

Dan akhirnya, aku harus menerima bahwa aku hanya singgah, bukan tujuan akhir. Aku mungkin bisa menjadi tempatmu bersandar, tetapi tidak pernah menjadi rumah yang kau pilih untuk kembali. Cinta ini indah, tetapi tak akan pernah berlabuh.

Jadi, sebelum segalanya benar-benar berlalu, biarkan aku menyimpan senyuman terakhir darimu—walaupun aku tahu, senyum itu tak pernah sepenuhnya milikku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Harus Tetap Berlabuh

Memang aneh ya, kebanyakan dari kita sudah cerasa cukup mencintai dalam doa pada “mode bayangan”, loh kok bayangan? Maksudnya

Asal Usul Banyuwangi

Bagaimana asal-usul Banyuwangi? Kalau jawaban yang anda harapkan adalah rujukan sejarah, yang akan anda temui hanyalah rasa frustasi. Tak ada rujukan tertulis dalam laporan resmi Belanda (misalnya dari regent Banyuwangi ke gubernur jenderal di Batavia) atau catatan pribadi tentara Belanda atau tentara Inggris (yang juga pernah menduduki Banyuwangi).

Komponen Komunikasi Public Speaking - Bagian 1

Kesempatan sebelumnya, kita sudah membahas apa arti public speaking , apa persamaan public speaking dan conversation , apa strategi , dan yang juga hal yang sangat mendasar adalah dalam mendasari interaksi kita adalah persepsi, Anda masih in>Pertemuan kali ini kita akan membahas masalah komunikasi. Komunikasi dalam public speaking dapat dilihat dari sisi komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal. Kemarin kita sudah membahas komunikasi verbal dan non-verbal sedikit. Jadi misalnya kalau verbal itu lewat kata-kata dan kalau non-verbal adalah seluruh gerakan anggota tubuh, serta intonasi, dan sebagainya. Nanti kita akan bahas juga.