Langsung ke konten utama

Yang Penting Aku Tahu, Aku Sayang Kamu

Aku berjalan tanpa arah tuju, melintasi jalan-jalan sepi yang tak lagi menuntut jawaban. Cinta, katanya, harus punya definisi. Harus bisa dimengerti, harus punya tujuan yang jelas. Tapi aku? Aku hanya tahu satu hal—aku sayang kamu.

Cinta ini bukan tentang gairah yang membakar atau obsesi yang mengikat. Tidak juga tentang empati yang mencoba memahami. Cinta ini… adalah sesuatu yang tak perlu ditanya. Ia ada begitu saja, seperti udara yang kau hirup tanpa berpikir.

Tak tahu cinta itu apa sebenarnya. Tapi aku tetap memelukmu tanpa jeda, meski tak ada satu pun kamus yang bisa menjelaskan apa yang kurasa. Aku tidak mencari arti, aku tidak memerlukan alasan. Yang penting aku tahu, aku sayang kamu.

Mungkin bagimu ini cinta yang absurd, terlalu samar untuk disebut nyata. Tapi bagiku, ini cukup. Kita berjalan bersama, meski langkah-langkah kita mungkin tak selalu menuju tempat yang sama. Tidak perlu harapan untuk dimengerti, karena yang kupahami hanya satu hal—aku ingin bersamamu.

Mungkin dunia ingin kita mendefinisikan cinta. Tapi untukku, yang penting aku tahu, aku sayang kamu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Harus Tetap Berlabuh

Memang aneh ya, kebanyakan dari kita sudah cerasa cukup mencintai dalam doa pada “mode bayangan”, loh kok bayangan? Maksudnya

Takut

Ketakutan itu bukan hanya tentang hal-hal yang menyeramkan, tapi juga tentang sesuatu yang perlahan-lahan memudar dari genggaman—tanpa bisa dicegah. Aku pernah berpikir bahwa mencintaimu berarti memiliki keberanian, bahwa kasih sayang bisa mengalahkan segala kecemasan. Tapi nyatanya, semakin besar cinta ini, semakin besar pula ketakutan yang mengikutinya. Takut kehilangan. Takut kau berubah. Takut aku bukan lagi rumah yang kau cari. Kini, langkahku semakin pelan. Waktu yang dulu terasa seperti alunan lembut, kini menjadi detik-detik yang menyeretku ke dalam kenyataan pahit. Aku bertanya pada bintang, pada angin, pada gelapnya malam—haruskah aku menerima bahwa kehilangan ini adalah takdir? Tapi tak ada jawaban. Hanya sunyi yang mengisi ruang di mana kau dulu berada. Dan pada akhirnya, aku harus berdamai dengan ketakutanku sendiri. Sebab kau telah pergi, dan yang tertinggal hanyalah aku… dan bayanganmu yang tak pernah benar-benar hilang.

Tepi Memori

Senja itu jatuh perlahan, menggulung riuh pesta sekolah ke dalam kesunyian. Di bawah lampu-lampu temaram, langkahmu menjauh, meninggalkan jejak yang tak pernah benar-benar tertinggal. Kita bertengkar, kata-kata meluncur menjadi bara, tapi aku tak pernah mengira bahwa api kecil itu akan membakar segalanya. Aku masih berdiri di tempat yang sama saat kau menghilang. Tak ada tanda, tak ada alasan yang bisa kupahami. Hanya angin malam yang berbisik samar, membawa aroma keraguan yang semakin menyengat. Di antara dinding sunyi, ada bayangan yang tak pernah bisa kuabaikan—kau dan dia, dalam kisah yang tak pernah kuceritakan. Aku menunggu di balik pintu rahasia, di kamar yang dulu menyimpan semua tawa kita. Namun kini, gelap menyelimuti segalanya. Bayang-bayangmu melebur bersama seseorang yang tak pernah kusebut namanya, meninggalkan aku dalam labirin kecurigaan yang terus menyala. Festival telah lama usai, namun ingatan ini tak ikut terbakar. Luka itu masih tersimpan rapi di antara kepingan...