Langsung ke konten utama

4 Komponen dalam Public Speaking

Komunikasi yang baik itu kamonikasi yang nyambung. Dalam mencapai hal itu dibutuhkan komponen dalam public speaking. 

Saudara pembaca, ketiga persepsi dalam berinteraksi merupakan langkah awal dalam berinteraksi dengan pihak lain. Tidak peduli berbicara di depan umum atau berbicara dengan teman, dengan atasan, semua diawali dengan ketiga hal tersebut.

Nah, dalam berkomunikasi, dapat dikatakan, atau dalam teori komunikasi, itu dikatakan sebagai proses intrapersonal, yaitu proses dimana mengawali proses interpersonal. Iya kan? Anda pasti mengalami, semua orang pasti mengalami, enggak mungkin ada yang tidak mengalami proses intrapersonal. Selanjutnya komunikasi. Komunikasi ini adalah kunci utama dalam berinteraksi dan sangat penting membangun impresi yang bagus sebagai awal komunikasi.

Komponen public speaking


komunikasi yang nyambung

Saudara, tadi saya mengatakan bahwa public speaking itu area komunikasi. Nah, untuk lebih kita memahami public speaking, paling tidak kita tahu sebenarnya apa itu komunikasi, komunikasi adalah bagaimana kita menyampaikan ide-ide kepada orang lain sehingga orang itu mengerti apa yang kita maksud. Jadi ada yang namanya mutual understanding, pemahaman bersama.

Nah, komunikasi secara sederhana itu bisa digambarkan misalnya ada komunikator, orang yang berbicara dalam hal ini adalah speaker.

speaker

Kemudian ada pesannya, pesan adalah verbal maupun non-verbal. Kemudian ada yang dinamakan channel atau medianya, kita mau menggunakan apa? Mau langsung, tatap muka, atau melalui televisi, atau melalui radio, atau media yang lain tapi namanya tetap berbicara di depan umum.

pesan

Dan yang terakhir, yang komponen keempat, adalah audience. Jadi minimum ada empat, empat komponen yang ada dalam komunikasi sehingga itu bisa dikatakan komunikasi.

Yang pertama, sekali lagi, adalah komunikator. Yang kedua, pesan. Yang ketiga, adalah media atau channel. Dan yang keempat adalah audience.

audience

Nah komunikasi yang baik adalah komunikasi yang nyambung, nyambung antara komunikator dan komunikannya atau audience-nya mempunyai penyamaan, kesamaan persepsi atau pemahaman yang sama.




Dian Budiargo, Universitas Terbuka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Harus Tetap Berlabuh

Memang aneh ya, kebanyakan dari kita sudah cerasa cukup mencintai dalam doa pada “mode bayangan”, loh kok bayangan? Maksudnya

Selamat Wisuda

Hari ini tiba, detik yang dinanti. Jalan kita beriring, kini harus terbagi. Bersama, kita telah menempuh samudera ilmu, berlayar di bawah langit biru yang penuh asa. Tawa kita pernah bergema di sudut kelas, di malam-malam panjang yang penuh perjuangan. Tapi kini, tibalah saatnya untuk melangkah jauh—ke arah yang berbeda, dengan hati yang penuh harap. Di ujung senja, kita kan berjumpa. Meski jalan ini membawa kita ke arah yang berbeda, kenangan ini abadi, meski tak lagi sama. Aku tahu, kita akan selalu satu rasa. Sebab jejak kita telah terukir dalam setiap langkah pertama yang kini harus kita tapaki sendiri. Mungkin, ada air mata yang tertahan. Mungkin, ada rindu yang diam-diam berbisik dalam hati. Tapi kita adalah bintang yang pernah bersinar bersama, dan sinarmu akan selalu kurasa, meski dari kejauhan. Meski kita terpisah, takdir tak bisa dihalang. Kenangan ini akan selalu menjadi rumah, tempat hati kita kembali. Selamat wisuda, anak-anakku yang tercinta. Kita kan bertemu lag...

Asal Usul Banyuwangi

Bagaimana asal-usul Banyuwangi? Kalau jawaban yang anda harapkan adalah rujukan sejarah, yang akan anda temui hanyalah rasa frustasi. Tak ada rujukan tertulis dalam laporan resmi Belanda (misalnya dari regent Banyuwangi ke gubernur jenderal di Batavia) atau catatan pribadi tentara Belanda atau tentara Inggris (yang juga pernah menduduki Banyuwangi).