Langsung ke konten utama

Ingin Dapatkan Cinta? Poles Pesona Kita!

Nggak dilarang kok untuk berdandan, begitu pula nggak ada salahnya kalau kita memoles pesona yang kita miliki agar orang lain suka dengan kita. yakin aja, acapkali rasa suka itu berawal dari hal yang sepele saja. Jadi, jangan minder kalo kita nggak punya pesona yang ideal kayak orang lain. wajah kita pas-pasan, tubuh kita semampai alias semeter nggak sampai, kurus, item, dekil, penyakitan pula (komplikasi antara bisul featuring kudisan), kepala gundul karena emang nggak tumbuh rambut, ada sedikit jenggot, eh, miskin pula. Waduh, kok merana banget (hiperbola kayak sinetron!).


Memang sedih dan pasti merasa tersisih kalo kebetulan kita memiliki kondisi tubuh seperti yang dipaparkan tadi. Tapi jangan khawatir, meski “aset nasional” yang kamu miliki nggak seberapa bagus, yakin sajalah, asal ada iman yang kuat dan ketakwaan yang mantap, kamu tetap makhluk Tuhan yang paling mulia diantara manusia. Amin :). Rasullah saw. Menegaskan, “Allah tidak melihat kepada bentukmu dan penampilanmu, tapi Allah melihat kepada amal dan hatimu.” (HR Muslim)

Dalam khotbah terakhirnya, Nabi mengulang pesan itu,
Wahai sekalian manusia, ingatlah bahwa Tuhan kamu satu dan bapak kamu satu. Tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang ‘Ajam (non-Arab) dan orang ‘Ajam atas orang Arab. Juga tidak ada kelebihan orang berkulit merah atas orang hitam dan bagi orang kulit hitam atas orang kulit merah, kecuali karena taqwa.

Pesona kuncinya!


Jadi, poleslah pesona yang kita miliki untuk memunculkan rasa suka orang kepada kita. Sebab, jangan sampe kekurangan dalam bentuk fisik kian menambah parah keadaan kita karena kita tidak bisa menghadirkan pesona yang lain, yakni keimanan, ilmu, dan ketqwaan. Jangan sampe kita melengkapi sendiri penderitaan kita dengan kekurangan yang lain. Sudah jelek fisik, jelek pula tabiat dan kendor iman. Idih, siapa yang mau milih? Masih mending sih kalo masuk nominator untuk dipilih mah, tapi gimana kalo justru orang udah sebel duluan sama kita. Boro – boro milih, suka aja nggak. Gawat kan?

Sobat muda, yakin saja ya, bahwa rasa suka akan mengalahkan segala hambatan yang bersifat fisik untuk bisa menarik perhatian orang lain (termasuk lawan jenis untuk menyukai kita), asal kita adalahorang yang bertaqwa. So, pertahankan dan terus tingkatkan ketaqwaan kita, insha Allah masih banyak calon pasangan hidup yang masih melihat dengan “mata batinnya”. Insya Allah orang baik akan dipasangkan dengan orang yang baik pula. Tugas kita sekarang adalah memoles apa yang kita miliki untuk menciptakan rasa suka seiapa saja kepada kita. Kalo pun udah berusaha sekuat tenaga tapi tidak ada juga lawan jenis yang melirik kita, yakin sajalah Allah swt. Pasti menyukai kita. Nggak dapat bidadari di dunia, semoga dapat bidadari di surga. Oke? ;)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Harus Tetap Berlabuh

Memang aneh ya, kebanyakan dari kita sudah cerasa cukup mencintai dalam doa pada “mode bayangan”, loh kok bayangan? Maksudnya

Selamat Wisuda

Hari ini tiba, detik yang dinanti. Jalan kita beriring, kini harus terbagi. Bersama, kita telah menempuh samudera ilmu, berlayar di bawah langit biru yang penuh asa. Tawa kita pernah bergema di sudut kelas, di malam-malam panjang yang penuh perjuangan. Tapi kini, tibalah saatnya untuk melangkah jauh—ke arah yang berbeda, dengan hati yang penuh harap. Di ujung senja, kita kan berjumpa. Meski jalan ini membawa kita ke arah yang berbeda, kenangan ini abadi, meski tak lagi sama. Aku tahu, kita akan selalu satu rasa. Sebab jejak kita telah terukir dalam setiap langkah pertama yang kini harus kita tapaki sendiri. Mungkin, ada air mata yang tertahan. Mungkin, ada rindu yang diam-diam berbisik dalam hati. Tapi kita adalah bintang yang pernah bersinar bersama, dan sinarmu akan selalu kurasa, meski dari kejauhan. Meski kita terpisah, takdir tak bisa dihalang. Kenangan ini akan selalu menjadi rumah, tempat hati kita kembali. Selamat wisuda, anak-anakku yang tercinta. Kita kan bertemu lag...

Perubahan Fisik, Fungsi, Dan Baku Mutu Yang Terjadi Di Pesisir Banyuwangi

Kian hari, kian bulan, kian tahun, pesisir di Selatan Jawa semakin tergambar jelas sebagai kawasan industri terlebih untuk sentra pertambangan di Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari Kepmen ESDM No. 1204 K/30/MEM/2014 Tentang Penetapan Wilayah Pertambangan Pulau Jawa dan Bali.  Di dalam peta lampiran Kepmen tersebut secara jelas digambarkan bahwa seluruh kawasan pesisir Selatan Jawa ditandai dengan warna biru terang; warna yang menandakan kawasan pertambangan akan beroperasi. Ditambah adanya legitimasi dari peraturan – peraturan lainnya seperti UU No. 41 Tahun 1999, Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2010 dan PP Nomor 105 tahun 2015 yang mengatur tentang Kehutanan dan Penggunaaan kawasan Hutan. Artinya, kawasan lindung, hutan, pertanian dan pemukiman beserta seluruh makhluk hidup yang tersebar, membentang dan bermukim di seluruh pesisir selatan pulau Jawa, khususnya provinsi Jawa Timur, berada dalam ancaman yang serius. Lampiran dari Kepmen ESDM No. 1204 K/30/MEM/2...