Langsung ke konten utama

Kenapa Aku Bisa Sayang Padamu? Ternyata Kamu Punya Pesona

Kalau di KBBI, pesona itu adalah: (1) guna-guna; jampi; mantra (sihir). (2) daya tarik; daya pikat. Aduh.. oke gini, jadi pesona itu segala kelebihan, dan mungkin juga keunikan yang dimilki masing-masing orang yang kemudian menarik hati orang yang melihatnya. Misalnya aja kamu terpesona dengan kelembutan temen kamu pas ngobrol dengannya, lewat tutur katanya, sopan dan santun gayanya, dan selalu menjaga pandangannya. Lalu kamu jatuh hati kepada orang ini. Nah itulah pesona yang dia miliki.

Pesona = identitas


Keunikan yang dimiliki setiap orang bisa berbeda-beda, termasuk cara menyikapinya dari tiap orang yang melihat dan merasakannya juga beragam. Jadi, jangan takut pula kalau pesonamu tidak bisa menarik perhatian lawan jenis. Karena sangat boleh jadi suatu saat nanti ada lawan jenis yang justru tertarik dengan pesona yang kamu miliki, padahal sebelumnya dipandang sebelah mata oleh lawan jenis lainnya.

Pesona adalah segala kelebihan, dan mungkin juga keunikan yang dimiliki masing - masing orang yang kemudian menarik hati orang yang melihatnya.



Saudaraku seiman, sebangsa dan setanah air, inilah uniknya. Sesuai dengan teori sensasi dalam ilmu psikologi komunikasi, maka yang namanya pesona adalah cenderung khas pada setiap orang. Bisa juga “memang beda” dari yang sudah ada. Gampangannya sih andai siang-siang dan panas matahari yang membakar badan, eh kamunya malah pakai jas hujan. Wah itu pasti mengundang perhatian banyak orang. Soalnya kamu lain daripada yang lain. nah, pandangan orang biasanya tertuju pada hal yang kaya gini.

Itu sebabnya, seseorang bisa membuat orang lain tergoda dan penasaran. Semoga saja bukan jadi heran, tapi tatapan kekaguman penuh dengan kasih sayang. Dulu, waktu aku masih sekolah, ada kok temen yang biasa penampilannya eh tapi dia juara kelas. Banyak temen cewek yang pengen diperhatiin sama temenku yang satu ini. Kenapa? Yaa karena pesonanya berupa kecerdasan yang telah memikat hati orang, termasuk lawan jenis yang awalnya sekedar suka (tentu pengen juga disukai) menjadi sayang (dan yang pasti ingin disayang juga).

Kamu pasti tahu kan yang aku maksud? Kalau belum, silahkan ungkapkan keresahanmu di kolom komentar yaa :)

Komentar

  1. […] badan, eh kamunya malah pakai jas hujan. Wah itu pasti mengundang perhatian banyak orang. Soalnya kamu lain daripada yang lain. nah, pandangan orang biasanya tertuju pada hal yang kaya […]

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Harus Tetap Berlabuh

Memang aneh ya, kebanyakan dari kita sudah cerasa cukup mencintai dalam doa pada “mode bayangan”, loh kok bayangan? Maksudnya

Takut

Ketakutan itu bukan hanya tentang hal-hal yang menyeramkan, tapi juga tentang sesuatu yang perlahan-lahan memudar dari genggaman—tanpa bisa dicegah. Aku pernah berpikir bahwa mencintaimu berarti memiliki keberanian, bahwa kasih sayang bisa mengalahkan segala kecemasan. Tapi nyatanya, semakin besar cinta ini, semakin besar pula ketakutan yang mengikutinya. Takut kehilangan. Takut kau berubah. Takut aku bukan lagi rumah yang kau cari. Kini, langkahku semakin pelan. Waktu yang dulu terasa seperti alunan lembut, kini menjadi detik-detik yang menyeretku ke dalam kenyataan pahit. Aku bertanya pada bintang, pada angin, pada gelapnya malam—haruskah aku menerima bahwa kehilangan ini adalah takdir? Tapi tak ada jawaban. Hanya sunyi yang mengisi ruang di mana kau dulu berada. Dan pada akhirnya, aku harus berdamai dengan ketakutanku sendiri. Sebab kau telah pergi, dan yang tertinggal hanyalah aku… dan bayanganmu yang tak pernah benar-benar hilang.

Tepi Memori

Senja itu jatuh perlahan, menggulung riuh pesta sekolah ke dalam kesunyian. Di bawah lampu-lampu temaram, langkahmu menjauh, meninggalkan jejak yang tak pernah benar-benar tertinggal. Kita bertengkar, kata-kata meluncur menjadi bara, tapi aku tak pernah mengira bahwa api kecil itu akan membakar segalanya. Aku masih berdiri di tempat yang sama saat kau menghilang. Tak ada tanda, tak ada alasan yang bisa kupahami. Hanya angin malam yang berbisik samar, membawa aroma keraguan yang semakin menyengat. Di antara dinding sunyi, ada bayangan yang tak pernah bisa kuabaikan—kau dan dia, dalam kisah yang tak pernah kuceritakan. Aku menunggu di balik pintu rahasia, di kamar yang dulu menyimpan semua tawa kita. Namun kini, gelap menyelimuti segalanya. Bayang-bayangmu melebur bersama seseorang yang tak pernah kusebut namanya, meninggalkan aku dalam labirin kecurigaan yang terus menyala. Festival telah lama usai, namun ingatan ini tak ikut terbakar. Luka itu masih tersimpan rapi di antara kepingan...