Langsung ke konten utama

Bagaimana Mengqadha Shalat yang Terlewat?

Assalamu'alaikum..

Shalat merupakan salah satu kewajiban kita sebagai seorang muslim. Shalat pada waktunya menjadi salah satu syarat sahnya shalat. Tapi terkadang dalam kehidupan sehari-hari, kita menghadapi satu kondisi dimana kita tidak sengaja meninggalkan shalat. Misalnya ketiduran, lupa, pingsan, dan lainnya.

Nah, keringanan yang Allah berikan kepada kita yaitu dengan diperbolehkannya mengqadha shalat yang terlewat. Mengqadha shalat sendiri artinya mengerjakan shalat di luar waktu sebenarnya untuk menggantikan shalat yang terlewat.
Barangsiapa yang terlewat shalat karena tidur atau karena lupa, maka ia wajib shalat ketika ingat.
HR. Al-Bazzar 13/21, shahih.
via salafiislam

Bagaimana cara bagaimana cara mengqadha shalat?

Mungkin ada yang masih bingung dengan bagaimana cara mengqadha shalat. Nah, sebenarnya mengqadha shalat itu tidak ada bedanya dengan mengerjakan shalat pada waktunya. Baik tata cara maupun bacaannya. Sama persis. Untuk niat shalatnya juga tidak ada lafal khusus yang perlu diucapkan. Dari sisi waktu, mengqadha shalat harus dilakukan segera kerika teringat dari lupa atau tersadar dari hilang akalnya. Tidak boleh ditunda-tunda, harus dikerjakan sesegera mungkin. Begitupun ketika shalat yang terlewat lebih dari satu. Misalnya, kita tertidur dan waktu shalat zhuhur dan ashar sudah terlewat. Maka saat kita terbangun, segera ambil wudhu dan shalat. Kemudian setelah salam berdiri kembali untuk melakukan shalat yang tertinggal lainnya.

Semoga bermanfaat :-)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Harus Tetap Berlabuh

Memang aneh ya, kebanyakan dari kita sudah cerasa cukup mencintai dalam doa pada “mode bayangan”, loh kok bayangan? Maksudnya

Selamat Wisuda

Hari ini tiba, detik yang dinanti. Jalan kita beriring, kini harus terbagi. Bersama, kita telah menempuh samudera ilmu, berlayar di bawah langit biru yang penuh asa. Tawa kita pernah bergema di sudut kelas, di malam-malam panjang yang penuh perjuangan. Tapi kini, tibalah saatnya untuk melangkah jauh—ke arah yang berbeda, dengan hati yang penuh harap. Di ujung senja, kita kan berjumpa. Meski jalan ini membawa kita ke arah yang berbeda, kenangan ini abadi, meski tak lagi sama. Aku tahu, kita akan selalu satu rasa. Sebab jejak kita telah terukir dalam setiap langkah pertama yang kini harus kita tapaki sendiri. Mungkin, ada air mata yang tertahan. Mungkin, ada rindu yang diam-diam berbisik dalam hati. Tapi kita adalah bintang yang pernah bersinar bersama, dan sinarmu akan selalu kurasa, meski dari kejauhan. Meski kita terpisah, takdir tak bisa dihalang. Kenangan ini akan selalu menjadi rumah, tempat hati kita kembali. Selamat wisuda, anak-anakku yang tercinta. Kita kan bertemu lag...

Asal Usul Banyuwangi

Bagaimana asal-usul Banyuwangi? Kalau jawaban yang anda harapkan adalah rujukan sejarah, yang akan anda temui hanyalah rasa frustasi. Tak ada rujukan tertulis dalam laporan resmi Belanda (misalnya dari regent Banyuwangi ke gubernur jenderal di Batavia) atau catatan pribadi tentara Belanda atau tentara Inggris (yang juga pernah menduduki Banyuwangi).