Langsung ke konten utama

Meningkatkan kunjungan pelanggan menggunakan pemilihan warna yang dihubungkan dengan psikologi manusia

Judulnya nggak banget ya? Hehe...

Jadi...
Kita pasti punya warna favorit, benar? Memang faktanya itu setiap warna mempunyai "jiwanya" sendiri-sendiri. Pemilihan warna pada logo-pun harus ada riset sebelumnya. Karena —secara psikologi— otak kita dapat menerjemahkan warna-warna yang terlihat pada mata kita. Contoh saja ketika kita melihat warna kuning, otak kita akan menerjemahkan emosi yang dibawa oleh warna kuning sebagai suasana yang cerah dan hangat seperti matahari. Beda ketika kita melihat warna hitam, pada warna hitam kita akan merasakan gelapnya malam, warna yang kuat.

Bagi desainer pemilihan warna sangat penting ketika membuat sebuah poster, website, atau logo. Bahkan juga dapat mempengaruhi calon pelanggan yang akan berbelanja di toko kamu apabila diterapkan pada warna cat yang kamu pilih.

Nah di bawah ini sebuah infografis tentang hubungan warna dan psikologi, yang secara lengkapnya dapat kamu lihat di sini.

disadur via graphicspedia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jika Harus Tetap Berlabuh

Memang aneh ya, kebanyakan dari kita sudah cerasa cukup mencintai dalam doa pada “mode bayangan”, loh kok bayangan? Maksudnya

Asal Usul Banyuwangi

Bagaimana asal-usul Banyuwangi? Kalau jawaban yang anda harapkan adalah rujukan sejarah, yang akan anda temui hanyalah rasa frustasi. Tak ada rujukan tertulis dalam laporan resmi Belanda (misalnya dari regent Banyuwangi ke gubernur jenderal di Batavia) atau catatan pribadi tentara Belanda atau tentara Inggris (yang juga pernah menduduki Banyuwangi).

Komponen Komunikasi Public Speaking - Bagian 1

Kesempatan sebelumnya, kita sudah membahas apa arti public speaking , apa persamaan public speaking dan conversation , apa strategi , dan yang juga hal yang sangat mendasar adalah dalam mendasari interaksi kita adalah persepsi, Anda masih in>Pertemuan kali ini kita akan membahas masalah komunikasi. Komunikasi dalam public speaking dapat dilihat dari sisi komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal. Kemarin kita sudah membahas komunikasi verbal dan non-verbal sedikit. Jadi misalnya kalau verbal itu lewat kata-kata dan kalau non-verbal adalah seluruh gerakan anggota tubuh, serta intonasi, dan sebagainya. Nanti kita akan bahas juga.