Pantai ini pernah menyimpan jejak langkah kalian—dua pasang kaki yang berlari di atas pasir, menciptakan jejak yang tak lekang oleh angin. Ombak pertama yang menghempas, adalah ombak yang mempertemukan dua hati, seperti dua kapal yang kebetulan berlayar dalam arah yang sama. Di bawah langit senja yang menggantung rendah, kalian berdiri dalam diam, membiarkan angin laut membawa aroma cerita yang hanya bisa dipahami oleh mereka yang pernah mencintai tanpa kepastian. Tapi laut selalu berubah. Pasang surut datang dengan tenang, lalu perlahan membawa segalanya pergi. Buih yang dulu bertaut kini tercerai, terhisap oleh arus yang lebih besar. Cinta kalian tak lagi sekuat batu karang—ia lebih seperti sedimen yang perlahan hanyut, terbawa ke muara perpisahan. Laguna tempat kalian dulu berlabuh kini sunyi. Tak ada suara tawa yang dulu memenuhi udara, hanya hembusan angin katabatik yang mengingatkan bahwa segalanya telah berlalu. Pantai ini ingin kalian tetap bersama, Namun garis pantai mer...